JAKARTA – Pemerintah pusat menggenjot percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai solusi konkret menghadapi krisis sampah nasional yang kian mendesak.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis lintas pemerintah antara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah daerah Serang Raya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah daerah Semarang Raya.
Kebijakan ini menjadi implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat solusi pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis energi.
Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan fasilitas PSEL akan difokuskan di empat wilayah strategis yakni Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menilai proyek ini sebagai langkah krusial dalam merespons kondisi darurat sampah yang semakin kompleks di berbagai daerah.
“Pembangunan PSEL ini merupakan langkah strategis yang diambil dalam menjawab permasalahan darurat sampah di berbagai daerah,” ujarnya, ditulis Minggu (29/3).
Sebagai tahap awal, pembangunan difokuskan di Provinsi Banten dengan dua lokasi utama yakni Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang dan Cilowong di Kota Serang.
Kedua proyek tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar tiga tahun dengan kapasitas pengolahan mencapai kurang lebih 4.000 ton sampah per hari yang akan dikonversi menjadi energi listrik.
Pendanaan proyek ini akan ditopang oleh Danantara sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis energi nasional.
Sementara itu, ekspansi PSEL juga dilakukan di wilayah Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal sebagai kawasan dengan produksi sampah yang cukup tinggi.
Saat ini, total timbulan sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 1.627 ton per hari dengan target pengolahan melalui PSEL sebesar 1.100 ton per hari menjadi energi listrik.
Dengan kapasitas tersebut, pengelolaan sampah di Kota Semarang diharapkan dapat mencapai tingkat optimal sekaligus mengurangi beban lingkungan secara signifikan.
Di sisi lain, Kabupaten Kendal diproyeksikan mengalami lonjakan kinerja pengelolaan sampah seiring integrasi sistem pengolahan modern berbasis energi di kawasan tersebut.***