JAKARTA – Kejutan besar mengguncang French Open 2026 ketika petenis muda Brasil João Fonseca mencatat kemenangan epik atas Novak Djokovic dalam duel lima set yang dramatis.
Petenis berusia 19 tahun itu bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menumbangkan peraih 24 gelar Grand Slam dengan skor 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5 dalam laga berdurasi hampir lima jam.
Kemenangan ini menempatkan Fonseca sebagai remaja pertama yang mampu mengalahkan Djokovic di turnamen Grand Slam sepanjang karier sang legenda Serbia.
Fonseca juga mencatat sejarah sebagai pemain kedua yang mampu membalikkan keadaan dari dua set tertinggal melawan Djokovic di ajang Grand Slam.
Momentum kemenangan Fonseca semakin terasa spesial setelah Djokovic secara langsung memberikan ucapan selamat dalam bahasa Portugis di net usai pertandingan.
“Saya pikir itu pertandingan luar biasa dan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Fonseca dilansir The Daily Express, Sabtu.
“Ia mengatakan ‘Parabéns’ dan ‘good luck’, itu sangat berarti bagi saya,” tambahnya.
Kemenangan sensasional ini sekaligus membuka peta persaingan tunggal putra Roland Garros 2026 yang kini menjadi salah satu yang paling terbuka dalam beberapa dekade terakhir.
Sejumlah unggulan utama seperti Jannik Sinner, Daniil Medvedev, Stan Wawrinka, dan Marin Cilic telah lebih dulu tersingkir di babak awal.
Kekalahan Sinner yang merupakan petenis nomor satu dunia dari Juan Manuel Cerundolo dalam lima set menjadi kejutan besar lainnya di turnamen ini.
Fonseca sendiri mengaku sempat tidak percaya bisa mengalahkan Djokovic setelah mengalami tekanan luar biasa di dua set awal.
“Sejujurnya saya tidak percaya, dia menghancurkan permainan saya di awal pertandingan,” ungkap Fonseca.
“Saya hanya fokus satu poin demi satu poin dan melihat dia mulai kelelahan, itu memberi saya harapan,” lanjutnya.
Petenis unggulan ke-28 itu juga menyebut set kelima sebagai momen yang sepenuhnya ditentukan oleh mental dan daya juang.
“Di set kelima saya sudah sangat lelah, saya bahkan tidak bisa berpikir, hanya bermain dengan hati,” katanya.
Sebelum turnamen ini, Fonseca belum pernah sekalipun membalikkan ketertinggalan dua set dalam karier profesionalnya.
Kini, ia justru melakukannya dua kali dalam satu turnamen, termasuk saat menghadapi Dino Prizmic di babak sebelumnya.
Keberhasilan menembus babak 16 besar Grand Slam untuk pertama kalinya menjadi pencapaian penting dalam karier Fonseca.
Meski peluang terbuka lebar, Fonseca tetap memilih fokus menghadapi laga demi laga tanpa terbebani ekspektasi.
“Ini pencapaian besar bagi saya, tapi saya hanya ingin menikmati momen dan fokus ke pertandingan berikutnya,” tutupnya.***