Rencana pertunjukan musik klasik Orchestra Experience yang dijadwalkan berlangsung di Q-BIG BSD City, Kabupaten Tangerang, Minggu (4/10/2026), berakhir ricuh dan berujung laporan polisi. Peristiwa ini diwarnai lampu kuning dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) beberapa jam sebelum pembatalan resmi diumumkan.
Melalui unggahan di Instagram pada Minggu pukul 16.30 WIB, DKJ mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kembali pembelian tiket acara tersebut akibat keraguan atas kredibilitas dan kepastian penyelenggaraan.
“Pengumuman ini merupakan bentuk kewaspadaan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian, dan bukan merupakan pernyataan bahwa pihak penyelenggara telah terbukti melakukan penipuan,” tegas DKJ dalam keterangan tertulisnya.
Batal Mendadak 1,5 Jam Sebelum Konser Dimulai
Peringatan DKJ terbukti cepat. Hanya berselang satu jam (pukul 17.30 WIB)—atau 1,5 jam sebelum pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB—pihak Orchestra Experience secara sepihak mengumumkan pembatalan acara dengan alasan kendala teknis tak terduga.
Pengumuman serba mendadak ini memicu gelombang amarah penonton yang sudah memadati area The Entrance Convention Hall. Unggahan di media sosial, termasuk akun X @txtdrjkt, memperlihatkan kekecewaan mendalam para calon penonton yang merasa ditipu.
“Kok bisa ngebatalin 30 menit sebelum acara? Enggak kebayang yang sudah beli tiket dan terlanjur datang ke lokasi,” keluh salah satu penonton di media sosial.
Janji Refund 7 Hari Kerja dan Penyelidikan Kepolisian
Pihak Orchestra Experience menyatakan acara akan dijadwalkan ulang dan tiket yang ada tetap berlaku. Namun, bagi pembeli yang meminta pengembalian dana (refund), panitia menjanjikan proses pencairan maksimal 7 hari kerja melalui layanan Customer Service.
Buntut dari kekacauan pembatalan tersebut kini bergulir ke meja hijau. Satreskrim Polres Tangerang Selatan mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dari korban terkait dugaan penipuan.
“Benar, Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait kejadian tersebut. Saat ini Satreskrim sedang melakukan penyelidikan atas peristiwanya,” kata Kasi Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, Senin (5/10/2026).