JAKARTA – Aryna Sabalenka langsung mengirim pesan kuat di awal musim dengan mempertahankan gelar Brisbane International 2026 usai menundukkan Marta Kostyuk pada partai final di Pat Rafter Arena, Brisbane, Minggu (11/1/2026).
Petenis peringkat satu dunia tersebut menutup laga final dengan kemenangan dua set langsung 6-4, 6-3, sekaligus memastikan start sempurna di kalender WTA musim 2026.
Keberhasilan ini menjadi gelar kedua Sabalenka di Brisbane dan trofi kelimanya di Australia, mempertegas dominasinya di kawasan Oseania.
Secara keseluruhan, Sabalenka kini telah mengoleksi 22 gelar WTA sepanjang karier profesionalnya, melampaui catatan Victoria Azarenka dan menempatkan diri sebagai pemilik gelar terbanyak ketiga dalam sejarah WTA.
Sepanjang turnamen, petenis asal Belarus itu tampil nyaris tanpa cela karena tidak kehilangan satu set pun hingga mengangkat trofi.
Kostyuk sempat memberi tekanan berarti, namun konsistensi dan kontrol permainan Sabalenka menjadi faktor penentu di momen-momen krusial.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Marta dan timnya atas awal musim yang luar biasa. Saya berharap kami bertemu lebih sering di final untuk menampilkan tenis berkualitas tinggi,” ujar Sabalenka saat penyerahan trofi.
Menuju final, Sabalenka terlebih dahulu menyingkirkan Madison Keys dan Karolina Muchova, dua lawan berat yang menguji ketahanan fisik dan mentalnya.
Di sisi lain, Kostyuk mencuri perhatian dengan mencatatkan tiga kemenangan atas petenis peringkat sepuluh besar dunia sebelum akhirnya terhenti di laga puncak.
Pada set pertama final, Sabalenka langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawan dan menjaga keunggulan meski Kostyuk sempat menyamakan skor menjadi 3-3.
Set kedua kembali dikuasai Sabalenka sejak awal setelah unggul cepat 3-0 dan menutup pertandingan dengan servis solid tanpa celah.
“Beberapa tahun lalu, saya akhirnya menemukan sentuhan permainan dan mulai mengubah gaya bermain. Kini saya bukan hanya pemain agresif, saya bermain di net, bertahan, memakai slice, dan memiliki sentuhan baik,” ujarnya.
Gelar Brisbane International 2026 menjadi modal penting bagi Sabalenka yang kini mengalihkan fokus penuh ke Australia Open sebagai unggulan pertama.
Pada edisi Australia Open musim lalu, Sabalenka harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Madison Keys di partai final.
Sementara itu, meski gagal membawa pulang gelar, performa konsisten Kostyuk mengantarkannya kembali ke jajaran Top 20 dunia.
Petenis Ukraina tersebut dipandang sebagai salah satu kuda hitam yang berpotensi memberi kejutan di Australia Open 2026 mendatang.***