KUALA LUMPUR – Langkah tunggal putra Indonesia Mohammad Zaki Ubaidillah harus terhenti di perempat final Malaysia Masters 2026.
Pebulu tangkis yamg biasa disapa Ubed ini, takluk dari unggulan ketiga turnamen asal Prancis, Christo Popov, dalam duel ketat di Axiata Arena, Jumat (22/5/2026).
Pertandingan yang berlangsung di Court 3 ini berakhir dengan skor 21-23, 19-21 untuk keunggulan Popov dalam durasi 52 menit yang penuh intensitas tinggi.
Meski kalah, namun Ubed yang tampil sebagai wajah baru di sektor tunggal putra Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan lewat gaya bermain agresif dan berani sepanjang turnamen.
Pengalaman dan kualitas permainan Popov yang berada di peringkat empat dunia menjadi pembeda utama dalam laga krusial tersebut.
Sejak gim pertama, pertandingan berlangsung ketat dengan reli panjang dan tempo cepat yang menuntut konsistensi tinggi dari kedua pemain.
Popov mengandalkan kecepatan kaki dan variasi serangan yang tajam, sementara Ubed mencoba mengimbangi dengan permainan menyerang yang terbuka.
Pada momen krusial di gim pertama, Popov mampu mengunci kemenangan tipis 23-21 setelah memanfaatkan kesalahan sendiri dari Ubed.
Memasuki gim kedua, Ubed sempat memberikan perlawanan sengit dan menjaga jarak poin tetap tipis hingga pertengahan laga.
Namun, transisi bertahan ke menyerang yang dimiliki Popov kembali menjadi faktor penentu hingga menutup pertandingan dengan skor 21-19.
Laga ini menjadi pertemuan perdana antara kedua pemain, sekaligus menempatkan Popov unggul 1-0 dalam rekor head-to-head.
Perbedaan peringkat dunia turut mencerminkan gap pengalaman, di mana Ubed berada di posisi ke-38 sementara Popov telah menembus empat besar dunia.
Sebelumnya, Popov juga menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan Anthony Sinisuka Ginting di babak 16 besar melalui kemenangan dua gim langsung.
Hasil ini sekaligus menegaskan konsistensi Popov sebagai salah satu kandidat kuat juara di turnamen BWF Super 500 tersebut.
Kekalahan Ubed memastikan tidak ada lagi wakil Indonesia yang tersisa di Malaysia Masters 2026.
Meski gagal melangkah lebih jauh, penampilan Ubed menjadi sinyal positif bagi regenerasi tunggal putra Indonesia ke depan.***