JAKARTA – Program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi prioritas nasional dinilai masih menghadapi hambatan serius pada tahap pelaksanaan.
Anggota Komisi IV DPR RI Ajbar menegaskan persoalan utama berasal dari ketersediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan kawasan nelayan terpadu.
Pandangan tersebut disampaikan saat Focus Group Discussion Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan membahas Program Kerja Prioritas Nasional.
Forum tersebut digelar di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/7/2026), sebagai bagian dari evaluasi percepatan program swasembada pangan sektor kelautan.
Ajbar menyebut Kampung Nelayan Merah Putih diproyeksikan menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan terintegrasi.
Meski memiliki tujuan strategis, pelaksanaan program di berbagai daerah masih menemui sejumlah tantangan mendasar yang perlu segera diselesaikan.
Salah satu persoalan paling krusial ialah penyediaan lahan yang hingga kini masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Menurutnya, kemampuan fiskal pemerintah daerah yang terbatas membuat proses pengadaan lahan strategis berjalan tidak mudah.
Kondisi tersebut menyebabkan lahan hibah yang tersedia sering berada jauh dari kawasan aktivitas utama para nelayan.
Situasi itu dinilai berpotensi mengurangi efektivitas program karena fasilitas yang dibangun tidak berada dekat dengan pusat kegiatan masyarakat pesisir.
Ajbar menilai lokasi pembangunan harus selaras dengan ekosistem nelayan agar seluruh sarana dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih adalah program yang harapannya sangat besar bagaimana masyarakat nelayan kita bisa bertambah kesejahteraannya.”
“Tetapi tentu saja di lapangan kita mendapatkan tantangan, terutama pada wilayah-wilayah pengadaan lahan yang akan ditempati untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya seperti dikutip Parlementaria.
Ia menilai dukungan penuh seluruh pihak menjadi faktor penting agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak mengalami hambatan berlarut.
“Oleh sebab itu menurut saya tidak boleh ada keraguan sedikit pun dalam rangka men-support proses ketersediaan lahan dan proses pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar bisa maksimal bagi masyarakat nelayan kita yang ada di republik yang kita cintai,” tegas Ajbar.
Ia juga meminta pemerintah memperkuat dukungan anggaran, termasuk pembiayaan pengadaan lahan yang layak dan strategis.
Langkah tersebut dinilai penting agar Kampung Nelayan Merah Putih berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi perikanan yang terintegrasi.
Dengan dukungan lahan dan anggaran yang memadai, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan nelayan di berbagai daerah.***