JAKARTA – Kepergian Cristiano Ronaldo dari Manchester United ternyata meninggalkan efek panjang yang memengaruhi masa depan pemain muda Rasmus Hojlund.
Mantan pemain Setan Merah, Clayton Blackmore, mengungkapkan bahwa absennya sosok berpengalaman seperti Ronaldo membuat Hojlund kehilangan figur panutan di lini depan.
Hojlund, yang direkrut dari Atalanta pada musim panas 2023 dengan nilai transfer fantastis sebesar 77 juta euro, awalnya digadang-gadang sebagai ujung tombak masa depan Setan Merah.
Namun, seiring waktu, striker muda asal Denmark tersebut justru kesulitan menunjukkan performa yang konsisten.
Hingga pertengahan 2025, Hojlund baru membukukan 26 gol dalam 95 laga bersama Manchester United.
Catatan tersebut dinilai belum cukup untuk pemain yang diplot sebagai striker utama. Beban ekspektasi tinggi dan tekanan dari publik semakin menyulitkan upaya Hojlund menemukan ritme terbaiknya.
Clayton Blackmore Soroti Minimnya Dukungan untuk Striker Muda
Clayton Blackmore secara terbuka mengungkap keprihatinannya terhadap perkembangan Hojlund.
Ia menilai Manchester United seharusnya memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pemain muda seperti Hojlund, termasuk menyediakan sosok senior sebagai mentor.
“Saya benar-benar merasa kasihan pada Hojlund. Dia masih muda dan masih belajar,” ujar Blackmore dalam wawancara yang dikutip dari Goal Internasional. “Saya pikir Ronaldo akan menjadi pemain yang hebat untuk Hojlund belajar darinya dan bermain bersamanya.”
Ronaldo sempat kembali ke Old Trafford pada 2021, namun ia tak sempat bermain bersama Hojlund karena kontraknya diputus lebih awal pada November 2022.
Saat itu, CR7 dan klub sepakat berpisah, sebelum akhirnya sang megabintang melanjutkan karier di Al Nassr pada Januari 2023.
Masa Depan Hojlund Terancam di Tengah Persaingan Ketat
Ketajaman yang tak kunjung stabil membuat posisi Hojlund di skuad utama mulai tergeser.
Terlebih, musim panas ini Manchester United mendatangkan Matheus Cunha dan dikabarkan tengah memburu Bryan Mbeumo yang juga dapat bermain di sektor penyerang.
Blackmore turut mengkritik pendekatan transfer Erik ten Hag yang dinilai terlalu banyak mendatangkan pemain muda belum teruji.
“Dia hanya mencetak 13 gol senior pada musim itu saat United merekrutnya, yang merupakan keputusan besar lain dari Ten Hag,” lanjut Blackmore.
“Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan, membawa begitu banyak pemain yang belum teruji ke Liga Inggris.”
Situasi ini membuat peluang Hojlund untuk hengkang dari Old Trafford terbuka lebar. Beberapa klub besar Eropa mulai menunjukkan ketertarikan, meskipun hingga kini belum ada tawaran resmi yang masuk ke meja manajemen.***