BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengungkapkan hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp5,4 triliun dalam rapat bersama DPRD Jabar, Senin (3/3/2025).
Langkah ini dilakukan dengan merelokasi anggaran dari pos yang kurang prioritas ke sektor yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan hasil realokasi anggaran dari Pemprov ke DPRD Jabar, yang kemudian akan dibuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang secara detail menjabarkan seluruh belanja dengan hasil hari ini mencapai Rp5,4 triliun.”
“Walaupun baru dalam gambaran umum, belum sampai pada judul per item jenis kegiatan yang akan dikerjakan,” ujar Dedi seusai rapat di Gedung DPRD Jabar, Bandung.
Dedi menegaskan bahwa angka ini masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah analisis lebih lanjut. “Bisa bertambah dan bisa berkurang, nanti dianalisis,” katanya.
Fokus pada Infrastruktur dan Kesejahteraan
Efisiensi anggaran ini dialokasikan untuk berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, penambahan ruang kelas dan sekolah baru.
Lalu fasilitas puskesmas rawat inap, bantuan rumah bagi masyarakat miskin, penyediaan jaringan listrik dan air bersih, serta program beasiswa.
Menurut Dedi, dampak dari efisiensi ini cukup signifikan, dengan beberapa sektor mengalami peningkatan anggaran hingga berkali-kali lipat.
“Misalnya Penerangan Jalan Umum (PJU) dulu berapa, ya mungkin paling sekitar Rp40 miliar, hari ini menjadi Rp600 miliar. Jadi perubahannya bisa mencapai 1.000 persen dari belanja sebelumnya,” jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini bukan sekadar pemotongan anggaran, melainkan strategi untuk mengalihkan belanja yang tidak produktif menjadi belanja yang lebih bermanfaat.
Ia merujuk pada surat edaran Mendagri Tito Karnavian yang memberikan wewenang kepada kepala daerah untuk melakukan perubahan anggaran tanpa harus menunggu APBD Perubahan.
“Jadi tanpa menunggu APBD Perubahan. Sebenarnya sifatnya kami ke DPRD itu memberitahukan, tetapi kami menjaga hubungan kemitraan yang baik, sehingga kami menyampaikan hari ini.”
“Kemudian meminta saran dan pendapat termasuk minta usulan-usulan di daerah pemilihannya,” tutur Dedi seperti dilansir Antara.
Sebelumnya, Dedi menegaskan bahwa efisiensi anggaran di Jawa Barat dilakukan dengan mengalihkan dana dari pos pengeluaran yang tidak esensial, seperti perjalanan dinas ke luar negeri, studi banding, hingga seminar yang kurang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Selama ini, efisiensi dipahami sebagai potong anggaran. Di Jawa Barat, efisiensi itu mengalihkan belanja yang tidak penting jadi belanja penting,” katanya usai dilantik sebagai Gubernur Jabar 2025-2030 di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).
Dengan langkah ini, Dedi optimistis bahwa mayoritas visi dan misinya telah terwujud.
“Justru dengan realokasi ini, sesungguhnya kalau saya sampaikan, visi misi saya sudah diterjemahkan lewat APBD ini sudah 70 persen. Jadi tahun depan itu tinggal (kejar untuk) 100 persen,” pungkasnya.***