JAKARTA – Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan komitmen negaranya untuk membantu rekonstruksi Jalur Gaza dan memenuhi kebutuhan warga Palestina menjelang musim dingin. Ia menyampaikan hal itu kepada wartawan dalam perjalanan pulang dari KTT Perdamaian di Mesir, yang digelar untuk menandatangani kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di kota resor Sharm el-Sheikh pada Senin lalu diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, serta dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia, termasuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Erdogan.
Dalam acara tersebut, para pemimpin menandatangani kesepakatan gencatan senjata yang disebut Erdogan sebagai langkah bersejarah.
“Rekonstruksi Gaza merupakan hal yang sangat penting. Kami akan bekerja tanpa lelah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi warga Gaza sebelum musim dingin tiba… Kami tidak hanya akan menyembuhkan luka di sana, kami juga akan membangun masa depan [Gaza],” ujarnya, seperti dilansir dari Anadolu, Rabu (15/10/2025).
Erdogan menyebut diplomasi dengan Trump sebagai hal yang “sangat penting” dan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama tersebut dengan penuh kehati-hatian.
Ia menilai penandatanganan kesepakatan di Sharm el-Sheikh bukan sekadar seremoni simbolis.
“Penandatanganan ini menandai komitmen kami terhadap perdamaian sebagai bagian dari sejarah,” katanya, sambil menyatakan bahwa Türkiye “sangat antusias dengan pembentukan tatanan perdamaian di Gaza.”
Terkait upaya rekonstruksi, Türkiye menurut Erdogan, saat ini tengah menjalin komunikasi dengan berbagai negara, termasuk dari kawasan Teluk, Amerika Serikat, dan Eropa untuk memperkuat dukungan. Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan agar tragedi di Gaza “tidak dilupakan.”
Erdogan juga melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, sekitar 350 truk bantuan kemanusiaan dari Türkiye telah berhasil masuk ke Gaza. Berdasarkan kesepakatan terbaru, diharapkan akan ada sekitar 600 truk bantuan yang masuk setiap hari.
Di sisi lain, Erdogan kembali menekankan posisi Türkiye dalam konflik Israel-Palestina, mendukung penuh solusi dua negara.
“Satu-satunya solusi bagi perjuangan Palestina adalah pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan integritas teritorial penuh, berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Erdogan juga menyinggung situasi di Suriah, terutama keberadaan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi kelompok Kurdi. Ia menegaskan bahwa Türkiye terus memberikan peringatan kepada kelompok tersebut agar tidak menentang persatuan wilayah Suriah.
“Integrasi cepat Pasukan Demokratik Suriah dengan Suriah juga akan mempercepat inisiatif pembangunan Suriah,” imbuhnya.