JAKARTA – Ferrari tengah menunggu persetujuan resmi FIA untuk memperkenalkan mesin Formula 1 terbaru yang direncanakan debut pada Grand Prix Austria. Unit daya versi ketiga 067/6 ini membawa modifikasi yang diizinkan melalui Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) dan akan digunakan sambil menanti lampu hijau dari federasi.
Dilansir Motorsport, Sabtu (20/6/2026), mesin anyar tersebut memperkuat konsep kepala silinder berbahan paduan baja, bukan aluminium, sehingga memungkinkan suhu ruang pembakaran jauh lebih tinggi tanpa risiko kegagalan struktural. Dikombinasikan dengan bahan bakar Shell yang dikembangkan khusus, peningkatan ini diharapkan mampu mengurangi defisit tenaga kuda Ferrari dibanding Mercedes.
Mulai GP Austria, batas suhu udara masuk ke intercooler akan ditingkatkan hingga lebih dari 115°C, dibandingkan desain konvensional yang berkisar 60–70°C. Tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar memungkinkan pembakaran lebih efisien, menghasilkan tenaga lebih besar sekaligus emisi lebih rendah.
Kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona memberi dorongan moral bagi tim Maranello. Paket aerodinamis terbaru terbukti efektif, membuat SF-26 mampu mengelola ban lebih baik dan mematahkan dominasi Mercedes yang sebelumnya meraih enam kemenangan beruntun.
Meski demikian, Ferrari masih harus mengatasi masalah elektronik yang menimpa Charles Leclerc di Barcelona, termasuk hilangnya power steering dan sistem pengereman elektronik. Tim juga mewaspadai respons Red Bull yang akan meluncurkan paket peningkatan besar di kandang sendiri, menjadikan persaingan di Styria semakin sengit.