JAKARTA – Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemain maupun penonton setelah FIFA resmi mengumumkan perubahan pada rangkaian seremoni sebelum pertandingan dimulai.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan dibuka pada 11 Juni 2026 melalui laga Meksiko melawan Afrika Selatan itu tidak lagi menampilkan pola masuk lapangan seperti edisi-edisi sebelumnya.
Dalam format terbaru yang diperkenalkan FIFA, seluruh pemain inti, pemain cadangan, serta perangkat pertandingan akan berkumpul di area lingkaran tengah lapangan sebelum lagu kebangsaan masing-masing negara dikumandangkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi FIFA untuk menciptakan suasana yang lebih inklusif dan memberikan pengalaman visual yang lebih maksimal kepada seluruh penonton yang hadir di stadion maupun yang menyaksikan melalui siaran televisi.
Pemain Cadangan Kini Menjadi Bagian dari Seremoni Utama
Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang hanya menampilkan sebelas pemain inti saat prosesi lagu kebangsaan berlangsung, FIFA kini melibatkan seluruh anggota skuad dalam satu momen kebersamaan di tengah lapangan.
Dengan formasi melingkar di area tengah stadion, para pendukung dapat melihat seluruh pemain dari berbagai sudut pandang secara lebih jelas.
Setelah prosesi lagu kebangsaan selesai, pertandingan akan tetap mengikuti tata cara yang sudah dikenal publik seperti sesi jabat tangan antarpemain, foto resmi tim, hingga pelemparan koin untuk menentukan sisi lapangan.
Perubahan ini menjadi salah satu inovasi yang paling mencolok menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Gianni Infantino: Momen Persatuan Akan Terasa Lebih Kuat
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa perubahan tersebut dirancang untuk memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini menjadi semangat utama Piala Dunia.
“Kami terus mencari cara baru untuk meningkatkan pengalaman menikmati sepak bola di panggung terbesar dunia,” ujar Infantino dilansir The Mirror US.
Menurutnya, kehadiran seluruh pemain dan wasit yang saling berhadapan di lingkaran tengah lapangan saat lagu kebangsaan diputar akan menciptakan suasana yang sarat kebanggaan, emosi, dan persatuan.
“Piala Dunia adalah milik seluruh pemain dan penggemar, dan seremoni baru ini mencerminkan nilai tersebut,” kata Infantino.
Melanjutkan Inovasi yang Sudah Dicoba FIFA
Perubahan seremoni ini merupakan kelanjutan dari sejumlah eksperimen yang dilakukan FIFA dalam beberapa turnamen terakhir.
Pada ajang FIFA Club World Cup sebelumnya, FIFA sempat memperkenalkan model perkenalan pemain satu per satu yang terinspirasi dari kompetisi basket NBA.
Meski konsep tersebut tidak digunakan pada Piala Dunia 2026, FIFA tetap menghadirkan unsur hiburan baru melalui kehadiran maskot anak-anak yang akan mendampingi para pemain memasuki lapangan.
Selain itu, bendera raksasa negara peserta juga akan dibentangkan di lapangan sebagai bagian dari prosesi sebelum pertandingan dimulai.
Pemain akan memasuki arena pertandingan melalui gerbang khusus yang ditempatkan di dekat terowongan stadion.
FIFA Dihantam Kritik Soal Penjualan Tiket
Di tengah pengumuman inovasi tersebut, FIFA juga tengah menghadapi sorotan terkait sistem penjualan tiket Piala Dunia 2026.
Badan sepak bola dunia itu mengakui adanya kesalahan teknis yang menyebabkan sekitar 60 penggemar menerima tiket dengan nilai pembayaran nol dolar AS.
FIFA kemudian membatalkan transaksi tersebut dan menghubungi para pembeli untuk melakukan pembayaran ulang sesuai harga resmi yang berlaku.
Dalam keterangannya, FIFA menyebut kesalahan itu berasal dari gangguan pada proses pembayaran saat transaksi berlangsung.
Meski tiket yang telah dipilih para suporter tetap diamankan, mereka diwajibkan menyelesaikan pembayaran dengan nominal yang benar agar tiket dapat dinyatakan sah.
Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia dengan kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS, nilai tiket yang sebelumnya tercatat 0 dolar setara dengan Rp0, sebelum nantinya dibayarkan sesuai harga resmi yang ditentukan FIFA.
Piala Dunia 2026 Siap Hadir dengan Wajah Baru
Perubahan tata cara seremoni sebelum pertandingan menunjukkan ambisi FIFA untuk terus menghadirkan inovasi di ajang olahraga paling bergengsi di dunia.
Selain meningkatkan pengalaman penonton, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat identitas Piala Dunia sebagai perayaan global yang melibatkan pemain, negara peserta, dan miliaran penggemar sepak bola dari berbagai penjuru dunia.
Dengan berbagai pembaruan yang diperkenalkan, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi paling berbeda dalam sejarah kompetisi tersebut.***