JAKARTA – Final tunggal putra ATP Finals 2025 akhirnya menghadirkan skenario yang paling dinanti publik tenis dunia.
Kepastian ini diperoleh suai Carlos Alcaraz memastikan langkahnya ke partai puncak melalui kemenangan impresif atas Felix Auger-Aliassime pada semifinal di Inalpi Arena, Turin, Minggu (16/11) dini hari WIB.
Petenis nomor satu dunia tersebut tampil meyakinkan sejak awal dan menutup laga hanya dalam satu jam 23 menit lewat skor 6-2 dan 6-4 yang menunjukkan dominasinya sepanjang pertandingan.
Usai pertandingan, Alcaraz mengaku merasa berada pada bentuk permainan terbaiknya dan menyampaikan, “Saya merasa bisa melakukan segalanya di lapangan, Forehand, drop shot, dan backhand, Saya merasa semuanya lancar,” kata Alcaraz.
Petenis 22 tahun itu menegaskan bahwa permainan solidnya memberikan dorongan mental besar baginya dan ia mengatakan, “Itu membantu meningkatkan kepercayaan diri, mendorong saya mencapai batas maksimal, dan berani melakukan sesuatu yang berbeda.”
Ia juga menambahkan rasa puas atas performanya di semifinal dengan menyampaikan, “Saya senang bermain tenis dengan baik,” imbuhnya.
Momen ini menjadi pencapaian spesial bagi Alcaraz karena ia akhirnya tampil di final pertamanya pada turnamen penutup musim paling prestisius tersebut dan menjadi petenis Spanyol pertama yang mencapainya setelah Rafael Nadal pada 2013.
Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi Alcaraz untuk menjadi tunggal putra Spanyol pertama yang mengangkat trofi ATP Finals sejak Alex Corretja melakukannya pada 1998.
Di laga final, Senin dini hari WIB, Alcaraz akan berhadapan dengan Jannik Sinner yang melaju ke puncak setelah menyingkirkan Alex de Minaur sehingga skenario ideal pun tercipta antara peringkat satu dunia menghadapi peringkat dua dunia.
Pertandingan tersebut menjadi duel yang sangat dinanti karena mempertemukan Spanyol versus Italia, unggulan pertama melawan idola tuan rumah, sekaligus ranking satu dunia menghadapi juara bertahan ATP Finals.
Bentrok Alcaraz dan Sinner juga menjadi penutup musim yang sempurna mengingat keduanya membagi empat gelar Grand Slam tahun ini, dengan Alcaraz menjuarai Roland Garros dan US Open sementara Sinner meraih Australian Open dan Wimbledon.
Menanggapi final impian ini, Alcaraz mengatakan, “Tentu sangat senang sekali bisa menghadapi Jannik,” kata Alcaraz.
Ia menegaskan kesiapannya untuk tampil lebih agresif dan menyampaikan, “Saya akan mencoba menghadapi pertandingan ini dengan cara yang berbeda, Kami akan meningkatkan level permainan agar bagus untuk para penggemar dan penonton.” imbuhnya.***



