JAKARTA — Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan kritik dan usulan langsung kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan dan Menteri Koperasi Fery Juliantono dalam agenda Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026.
Dialog yang berlangsung di Bakom RI pada Jumat (9/10/2026) itu membahas transparansi informasi pemerintah, pemantauan isu nasional, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Forum tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam membangun kapasitas kepemimpinan mahasiswa sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan para pengambil kebijakan.
Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa komunikasi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pembuatan dan penyebaran konten, tetapi juga meliputi riset, penyerapan aspirasi masyarakat, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Tujuannya mengomunikasikan program strategis atau program perbaikan cepat yang dipilih oleh Presiden agar bisa diterima, dimengerti, dipahami, bahkan didukung oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Fery Juliantono memaparkan peran KDKMP dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui penyerapan hasil produksi dari berbagai sektor di pedesaan.
“Fungsi dari Koperasi Desa Merah Putih ini adalah menjadi offtaker, menyerap, menampung hasil produk masyarakat, seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan lain sebagainya,” ujar Menteri Fery.
Mahasiswa Minta Transparansi Komunikasi Publik
Nanda dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat.
Ia juga mendorong pejabat publik meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum agar kebijakan dan program pemerintah dapat dikomunikasikan secara lebih jelas.
“Salah satu skill yang harus dimiliki pejabat publik itu adalah public speaking, Pak, menurut saya pribadi. Harapannya masukan saya dapat disampaikan, perlu memperbaiki komunikasi publik,” ujar Nanda.
Masukan lain datang dari Cahyani, mahasiswa Universitas Mataram, yang mengusulkan pembangunan dashboard informasi publik untuk memantau perkembangan berbagai persoalan nasional secara berkelanjutan.
Menurutnya, informasi yang disampaikan melalui konferensi pers dan pemberitaan belum selalu memudahkan masyarakat mengikuti perkembangan suatu isu dari waktu ke waktu.
“Jadi, jika ada isu nasional, pemerintah update setiap hari secara real-time. Jadi, setidaknya di situ kita bisa tahu informasinya dan kita bisa akses secara publik bersama masyarakat-masyarakat lainnya,” tutur Cahyani.
Menanggapi usulan tersebut, pihak Bakom menyampaikan bahwa rancangan dashboard komunikasi pemerintah tengah disiapkan agar masyarakat dapat memantau perkembangan isu yang menjadi perhatian publik.
Mahasiswa Soroti Dampak Karhutla di Kalimantan
Selain komunikasi publik, Khairir Yahya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai membawa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Kalimantan.
Ia menyebut lebih dari 170 orang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode Agustus hingga Oktober di wilayah yang disorotnya.
“Di Kalimantan itu kualitas udaranya sudah cukup parah, karena terhitung dari Agustus hingga Oktober lebih dari 170 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sana.”
“Untuk menyelesaikan permasalahan kabupaten, perlu ada penyelesaian dari pemerintah, kita sebagai mahasiswa, dan juga masyarakat,” ujar Khairir.
Ia menekankan perlunya keterlibatan pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan tersebut.
Rangkaian FLS 2026 diharapkan memperluas kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi berdasarkan persoalan yang mereka temui, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinan.
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek mendorong mahasiswa menerjemahkan gagasan menjadi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan sosial dan mendukung pembangunan masyarakat.***