Lewis Hamilton akan memasuki musim Formula 1 2026 dengan perubahan besar di balik layar. Scuderia Ferrari mengumumkan bahwa race engineer Hamilton, Riccardo Adami, telah dipindahtugaskan ke peran lain dalam organisasi.
Keputusan tersebut menyusul musim debut Hamilton bersama Ferrari yang berjalan jauh dari ekspektasi. Untuk pertama kalinya sepanjang karier F1-nya selama 19 tahun, juara dunia tujuh kali itu gagal meraih satu pun podium grand prix. Sepanjang musim 2025, dinamika kerja antara Hamilton dan Adami juga kerap menjadi sorotan akibat komunikasi radio yang tegang dan beberapa kali memicu kebingungan di lintasan.
Kemitraan yang Tak Pernah Sepenuhnya Menyatu
Dalam pernyataan resminya, Ferrari menyebut Adami—yang sebelumnya bekerja dengan Sebastian Vettel dan Carlos Sainz—akan menempati jabatan sebagai Manajer Akademi Pembalap Scuderia Ferrari dan mobil uji terdahulu.
“Pengalaman luas Riccardo di lintasan serta keahliannya di Formula 1 akan berkontribusi pada pengembangan talenta masa depan dan memperkuat budaya performa tim,” tulis Ferrari.
Tim asal Maranello itu juga memastikan bahwa race engineer baru untuk mobil #44 akan diumumkan dalam waktu dekat.
Pengumuman ini muncul di momen krusial, hanya sedikit lebih dari sepekan sebelum tes pramusim pertama di Barcelona dan menjelang peluncuran mobil 2026 Ferrari, SF-26, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Januari di Maranello.
Musim 2025 yang Sarat Tekanan
Kepindahan Hamilton dari Mercedes ke Ferrari menjadi salah satu transfer paling monumental dalam sejarah F1. Namun realitas di lintasan tidak seindah ekspektasi. Saat rekan setimnya Charles Leclerc mampu mengoleksi tujuh podium, hasil terbaik Hamilton hanya empat kali finis keempat—di Imola, Austria, Silverstone, dan Austin. Satu-satunya kemenangan Hamilton datang dari Sprint Race di Shanghai.
Ketegangan radio mulai terasa sejak balapan pembuka di Melbourne. Di Miami, Hamilton sempat melontarkan protes soal strategi tim, sementara di Abu Dhabi ia kembali menunjukkan frustrasi terkait komunikasi batas lintasan.
Meski demikian, Hamilton berulang kali menegaskan bahwa hubungannya dengan Adami tetap profesional dan menyebut ketegangan tersebut sebagai hal wajar dalam situasi kompetitif. Namun, Kepala Tim Ferrari Fred Vasseur sempat mengisyaratkan evaluasi menyeluruh pada akhir musim, dengan menyebut tim tengah “menilai semua opsi” terkait struktur teknis.
Menatap Era Baru 2026
Di usia 41 tahun, Hamilton tercatat sebagai pembalap pertama sejak Didier Pironi pada 1981 yang menjalani satu musim penuh bersama Ferrari tanpa podium. Namun, perubahan besar regulasi teknis F1 pada 2026 serta susunan teknis baru memberi harapan segar.
Ferrari dan Hamilton kini berharap sinergi baru di garasi akan membawa kebangkitan saat musim dibuka di Grand Prix Australia pada Maret mendatang.
