JAKARTA – Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk melihat kembali capaian, tantangan, sekaligus agenda pembangunan yang masih membutuhkan penguatan.
Mengangkat perspektif lintas sektor, Garuda TV melalui program Indonesia Punya Kamu (IPK) 2026 menghadirkan Special Event bertajuk “Rapor untuk Rakyat: 2 Tahun Prabowo-Gibran” di Auditorium Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Hadir sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Punya Kamu, kegiatan ini melanjutkan semangat Connecting Generations yang sebelumnya digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Andalas (Unand).
IPK menjadi ruang perjumpaan dan dialog yang mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, dan publik dalam membaca berbagai isu strategis yang beririsan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Mengusung tema “Rapor untuk Rakyat”, diskusi menempatkan perjalanan dua tahun pemerintahan dalam perspektif yang lebih menyeluruh—tidak hanya mengenai apa yang telah dicapai, tetapi juga bagaimana kebijakan diterjemahkan dalam implementasi serta sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sejumlah agenda strategis menjadi sorotan, mulai dari ketahanan pangan dan penguatan sektor kelautan, pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga tata kelola pemerintahan.
Rangkaian acara dibuka oleh Guru Besar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., dan Direktur Utama Garuda TV, Fahmi M. Anwari.
Keduanya mengawali forum yang dirancang sebagai ruang refleksi atas perkembangan pembangunan nasional sekaligus membuka perspektif mengenai tantangan dan arah yang perlu diperkuat dalam perjalanan pemerintahan ke depan.
Dalam sambutannya, Fahmi M. Anwari menegaskan pentingnya menghadirkan isu-isu strategis nasional dalam perspektif yang dekat dan relevan dengan masyarakat.
Menurutnya, evaluasi terhadap perjalanan pemerintahan tidak semata-mata berbicara mengenai capaian, tetapi juga mengenai tantangan dan pekerjaan rumah yang masih perlu dijawab.
“Melalui Rapor untuk Rakyat, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk melihat perjalanan dua tahun pemerintahan secara lebih utuh, mulai dari capaian yang telah diraih hingga berbagai tantangan yang masih perlu dijawab.”
“Kami berharap pembahasan ini dapat memperluas perspektif publik mengenai arah pembangunan Indonesia serta bagaimana berbagai kebijakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakatt,” ujar Fahmi.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, capaian program menjadi satu bagian dari gambaran yang lebih besar. Keterkaitan antara arah kebijakan, implementasi di lapangan, serta manfaat yang diterima masyarakat menjadi penting untuk dibaca secara berimbang.
Karena itu, “Rapor untuk Rakyat” tidak berhenti pada penilaian atas capaian pembangunan, tetapi turut mengangkat tantangan implementasi dan ruang penguatan kebijakan ke depan.
Forum menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah untuk membedah agenda pembangunan dari perspektif masing-masing sektor.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet membahas penguatan sektor kelautan, perikanan, dan pertanian sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyoroti pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas pendidikan.
Perspektif mengenai pemerataan ekonomi dan tata kelola pemerintahan turut dihadirkan melalui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta Kapolri Suyudi Ario Seto.
Pembahasan mencakup pemberdayaan desa dan penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi, efektivitas koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, hingga peran institusi negara dalam menjaga stabilitas nasional.
Ragam perspektif tersebut memperlihatkan bahwa agenda pembangunan nasional memiliki keterkaitan lintas sektor dan membutuhkan sinergi dalam implementasinya.
Melalui “Rapor untuk Rakyat”, Garuda TV menempatkan dialog publik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan pemerintahan.
Dua tahun pemerintahan tidak hanya menjadi angka dalam perjalanan waktu, tetapi menjadi momentum untuk membaca kembali capaian, mengidentifikasi tantangan, serta melihat ruang perbaikan yang masih terbuka.
Melalui Indonesia Punya Kamu, Garuda TV berharap forum semacam ini dapat memperluas ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjadi referensi publik dalam memahami berbagai agenda strategis pembangunan Indonesia secara lebih kritis, konstruktif, dan berimbang.***