SUMUT – Gempa bumi berkekuatan 5,5 Magnitude mengguncang Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Menurut laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa yang terjadi pukul 05.22 WIB ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan selain korban jiwa, satu orang lainnya mengalami luka akibat tertimpa tanah longsor yang terjadi setelah gempa.
“Korban luka sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Onan Hasang,” tambahnya.
Kerusakan Fasilitas dan Infrastruktur Pasca Gempa di Tapanuli Utara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara melaporkan kerugian materiil yang cukup signifikan. Beberapa rumah dan fasilitas publik rusak akibat gempa dan tanah longsor yang menyusul.
Laporan terbaru menyebutkan dua rumah tertimbun longsor, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Selain itu, 12 rumah mengalami kerusakan ringan, dan sejumlah fasilitas pendidikan turut terdampak.
“Sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dengan rincian satu fasilitas rusak berat, tiga fasilitas rusak sedang, dan satu fasilitas lainnya rusak ringan,” ungkap pihak BPBD.
Akses Jalan Terputus dan Potensi Longsor Lainnya
Sementara itu, BPBD juga melaporkan adanya kerusakan pada infrastruktur jalan, dengan tiga akses jalan utama di Tarutung – Sipirok tertimbun longsoran, mengakibatkan jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. Selain itu, beberapa jalan penghubung antar desa juga mengalami keretakan dan berpotensi longsor lebih lanjut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada daerah yang terdampak guna mempercepat proses pemulihan pasca gempa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.