Wilayah laut di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 pada Senin (15/6/2026) sore.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 16.18 WIB. Hasil analisis menunjukkan koordinat pusat gempa berada di laut, sekitar 139 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, dengan tingkat kedalaman mencapai 93 kilometer.
Wilayah yang Merasakan Guncangan
Meskipun berpusat di tengah laut, kedalaman gempa membuat getarannya merambat cukup luas dan dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud serta Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan skala intensitas III MMI.
Secara visual, getaran skala III MMI ini dirasakan nyata oleh warga yang berada di dalam rumah, dengan sensasi getar seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas. Ada 6 kecamatan yang melaporkan adanya rambatan getaran tersebut yaitu Kecamatan Rainis,Β Kecamatan Miangas,Β Kecamatan Naha,Β Kecamatan Tahuna,Β Kecamatan Melonguane, Kecamatan Beo.
Situasi Terkini dan Himbauan BMKG
Hingga berita ini diturunkan pada Senin sore, pihak BMKG belum menerima adanya laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur/bangunan akibat guncangan tersebut.
Meski situasi terpantau aman, BMKG tetap mengeluarkan rambu-rambu kewaspadaan bagi masyarakat setempat, terutama terkait potensi munculnya aktivitas gempa sekunder.
βHati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,β tulis BMKG dalam rilis resminya.
Pemerintah melalui BMKG mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan tidak mudah memercayai kabar burung (hoaks) yang beredar di media sosial tanpa adanya konfirmasi dari instansi resmi. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk memperbarui status dan perkembangan data di lapangan.