JAKARTA – Liverpool kembali terpukul setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur dalam pertandingan yang digelar di Anfield, Senin (16/3/2026), ketika gol dramatis di penghujung laga menggagalkan kemenangan tuan rumah.
Tim asuhan Arne Slot sebenarnya sempat berada di jalur kemenangan setelah lebih dulu unggul melalui tendangan bebas indah dari Dominik Szoboszlai pada babak pertama.
Namun keunggulan tersebut sirna ketika penyerang Tottenham Richarlison mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90 yang membuat skor akhir menjadi 1-1.
Hasil tersebut kembali menambah daftar laga musim ini di mana Liverpool FC gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Slot mengakui timnya tampil dominan sepanjang sebagian besar pertandingan dan memiliki cukup peluang untuk menggandakan keunggulan.
Ia menilai The Reds seharusnya bisa menutup pertandingan lebih cepat jika mampu memaksimalkan sejumlah kesempatan yang tercipta di depan gawang lawan.
Pelatih asal Belanda itu juga menjelaskan bahwa permainan menjadi lebih terbuka pada 15 hingga 20 menit terakhir pertandingan.
Menurutnya kedua tim sempat bermain lebih hati-hati sambil menunggu momen untuk mencetak gol, tetapi Liverpool tidak mampu memanfaatkan peluang serangan balik yang muncul.
“Kami seharusnya bisa mendapatkan peluang yang lebih besar atau ketika kami memilikinya, untuk mencetak gol, kami tidak melakukannya dan kemudian di menit terakhir kami kebobolan untuk menyamakan kedudukan,” ujar Slot dilansir laman Liverpool.
Hasil imbang tersebut juga berdampak pada persaingan menuju zona kualifikasi UEFA Champions League yang semakin ketat bagi Liverpool musim ini.
Slot menegaskan bahwa timnya sebenarnya tidak banyak membantu diri sendiri sepanjang musim karena sering kehilangan poin dari situasi yang seharusnya bisa dimenangkan.
Ia juga menyoroti statistik expected goals atau xG yang kerap menunjukkan Liverpool menciptakan peluang lebih banyak dibanding jumlah gol yang benar-benar tercipta.
Masalah lain yang dinilai memperburuk situasi adalah kegagalan tim menjaga clean sheet secara konsisten sepanjang musim.
“Saya pikir wajar jika para penggemar merasa frustrasi karena sudah sering terjadi bahwa mereka melihat tim tuan rumah tidak meraih poin yang mereka harapkan,” katanya.
Slot menegaskan bahwa persoalan penyelesaian akhir bukan hanya terjadi pada laga melawan Tottenham, tetapi telah menjadi pola yang berulang sepanjang musim.
Hal tersebut cukup ironis karena Liverpool sebenarnya memiliki sejumlah penyerang berkualitas yang dikenal produktif di lini depan.
Ia menambahkan bahwa kegagalan mencetak gol kedua membuat lawan tetap percaya diri hingga akhir pertandingan.
Situasi itu memberi kesempatan bagi tim tamu untuk terus menekan dan akhirnya menemukan peluang emas pada menit akhir.
Slot mengungkapkan dirinya telah mencoba berbagai pendekatan taktik termasuk memasukkan pemain bertahan maupun penyerang untuk menjaga keunggulan tim.
Namun berbagai upaya tersebut belum mampu memberikan hasil maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir Liverpool.
“Sekarang terserah pada saya dan para pemain untuk melampiaskan rasa frustrasi itu pada Rabu malam. Kami akan menunjukkan kepada para penggemar performa yang pantas mereka dapatkan,” ucap Slot.
Dengan hasil ini, Liverpool kembali dihadapkan pada tekanan untuk segera bangkit agar peluang finis di zona Liga Champions tetap terjaga hingga akhir musim.***