PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membantah spekulasi terkait desakan pergantian CEO Patrick Walujo dan rencana merger dengan Grab Holdings, menyusul rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan GoTo, R.A. Koesoemohadiani, menegaskan pada Rabu (12/11/2025) bahwa RUPSLB tidak terkait dengan rencana aksi korporasi apapun. “Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Pernyataan ini muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah investor besar termasuk SoftBank Group Corp., Provident Capital Partners, dan Peak XV tengah mendorong pergantian Walujo untuk mempercepat negosiasi akuisisi oleh Grab. Para pemegang saham tersebut, termasuk beberapa pendiri GoTo, menilai harga saham GoTo turun lebih dari 40 persen selama kepemimpinan Patrick yang menjabat sejak 2023.
Pemerintah Konfirmasi Pembahasan Merger
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pada Jumat (7/11/2025) bahwa pemerintah tengah membahas rencana penggabungan GoTo dan Grab. “Salah satunya,” jawabnya ketika ditanya mengenai isu penggabungan tersebut. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) direncanakan terlibat dalam proses ini, mengingat PT Telkom Indonesia dan anak usahanya Telkomsel memiliki investasi senilai total US$450 juta atau setara Rp6,4 triliun di GoTo.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah. “Kita serahkan ke perusahaan masing-masing. Pemerintah juga sudah memberikan masukan, kita pasti ikuti masukannya,” ujarnya pada Selasa (11/11/2025).
Bantahan Isu Escrow Fund
GoTo juga membantah pemberitaan mengenai keberadaan escrow fund senilai US$300 juta di Singapura yang dikaitkan dengan transaksi bersama Grab, serta spekulasi pembelian kembali saham GoTo milik Telkomsel. “Perseroan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” tulis Koesoemohadiani.
Agenda resmi RUPSLB akan diumumkan pada 25 November 2025 setelah melalui proses penelaahan oleh direksi, dewan komisaris, dan komite terkait. Koesoemohadiani menekankan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau kesepakatan terkait merger dengan Grab.