JAKARTA – Liga Inggris pekan ketiga menghadirkan drama menarik di Stadion Molineux, Sabtu (30/8) malam WIB, ketika Everton sukses menumbangkan Wolverhampton Wanderers dengan skor ketat 3-2.
Kemenangan ini bukan hanya menambah poin The Toffees, tetapi juga mempertegas kebangkitan Jack Grealish yang kembali tampil sebagai motor utama serangan dengan torehan dua assist penting.
Sejak peluit awal, Everton tampil agresif. Beto membuka keunggulan di menit ketujuh setelah memanfaatkan kerja sama apik antara Vitaliy Mykolenko dan Jack Grealish.
Sundulan penyerang asal Portugal itu sukses menggetarkan jala Jose Sa dan membawa tim tamu unggul lebih dulu.
Wolves merespons cepat lewat gol indah Hee-Chan Hwang pada menit ke-21.
Menerima umpan silang Marshall Munetsi, Hwang melepaskan sepakan first-time keras yang tak mampu dihalau Jordan Pickford.
Suasana stadion pun kembali bergemuruh menyambut gol penyama kedudukan tersebut.
Namun, Everton tidak goyah. Pada menit ke-33, Iliman Ndiaye mengembalikan keunggulan lewat penyelesaian klinis setelah menerima umpan mendatar Kiernan Dewsbury-Hall. Skor berubah menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Memasuki babak kedua, Everton semakin percaya diri. Jack Grealish kembali jadi aktor utama dengan menusuk pertahanan Wolves dan memberi umpan matang ke Dewsbury-Hall.
Dari sudut sempit, sang gelandang Inggris mampu menuntaskan peluang menjadi gol ketiga Everton di menit ke-55. Skor 3-1 membuat The Toffees semakin di atas angin.
Wolves sempat memperkecil ketertinggalan melalui Rodrigo Gomes di menit ke-79, memanfaatkan bola liar hasil kreasi David Moller Wolfe.
Namun, upaya tuan rumah untuk bangkit tak membuahkan hasil hingga peluit panjang. Skor akhir 3-2 memastikan Wolverhampton menelan tiga kekalahan beruntun.
Hasil ini membawa Everton merangsek ke posisi kelima klasemen sementara dengan enam poin, sementara Wolves terpuruk di peringkat ke-19 tanpa poin.
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi pelatih Vitor Pereira, apalagi bursa transfer segera berakhir.
“Sulit membayangkan Wolves bisa membaik jika kehilangan striker Jorgen Strand Larsen sebelum bursa transfer ditutup,” tulis Sports Mole dalam analisisnya.
Bagi Everton, kemenangan ini sekaligus menegaskan pengaruh Jack Grealish.
Pemain berusia 29 tahun itu telah mengoleksi empat assist dari tiga pertandingan awal dan menjadi poros permainan tim besutan David Moyes.
“Everton menjadi panggung ideal bagi Grealish untuk menemukan kembali performa terbaiknya,” melansir dari Sports Mole.
Dari sisi statistik, Wolves menguasai bola hingga 59 persen dan melepaskan 12 tembakan, hanya dua lebih banyak dari Everton.
Namun efektivitas dan kecerdikan The Toffees dalam mengonversi peluang membuat mereka pantas membawa pulang tiga poin dari Molineux.
Jack Grealish layak mendapat predikat pemain terbaik dengan catatan lima dribel sukses, dua peluang tercipta, dan 13 duel dimenangkan.
Performa komplet ini membuktikan dirinya masih punya kualitas untuk bersinar di level tertinggi Premier League.***