JAKARTA – Indonesia Financial Group (IFG) resmi membatalkan ajang IFG Labuan Bajo Marathon 2025 karena erupsi Gunung Lewotobi yang berstatus awas.
Keputusan ini diumumkan setelah aktivitas vulkanik meningkat tajam dan mengancam jalur transportasi peserta dan panitia menuju Labuan Bajo.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji menegaskan, “Keselamatan peserta, panitia, dan masyarakat adalah prioritas utama bagi IFG.”
Ia menambahkan, kondisi alam yang masih berisiko membuat penyelenggaraan marathon tahun ini mustahil dilaksanakan secara aman.
Gunung Lewotobi diketahui sudah meletus lebih dari 60 kali sejak Januari hingga September 2025 dengan lontaran abu yang luas.
Dalam insiden tahun lalu, erupsi serupa menyebabkan Bandara Komodo ditutup dan peserta marathon tertahan berhari-hari di Labuan Bajo.
Sebagian pelari bahkan harus menempuh perjalanan darat dan laut untuk keluar dari kawasan wisata super prioritas itu.
Sejak digelar tahun 2022, IFG Labuan Bajo Marathon selalu jadi magnet sport tourism dengan ribuan pelari lokal dan mancanegara.
Ajang ini memberi dampak besar bagi ekonomi lokal serta melibatkan ratusan pekerja daerah di Nusa Tenggara Timur.
“Labuan Bajo memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” ujar Denny optimistis, Sabtu (18/10/2025).
IFG bersama Pemkab Manggarai Barat berharap event ini dapat digelar kembali pada 2026 setelah kondisi benar-benar aman.
BUMN asuransi dan investasi itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada peserta, sponsor, dan mitra atas pembatalan ini.
IFG menegaskan, keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga keselamatan di atas kepentingan ekonomi dan promosi.***