JAKARTA – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur mengguncang NTT pada Jumat pagi, menimbulkan kepanikan warga.
Abu vulkanik dari gunung berstatus awas itu terbawa angin hingga mencapai wilayah sejauh 125 kilometer.
Desa Kolisia, Wodamude, Magepanda, dan Reroroja kini diselimuti debu abu vulkanik yang cukup tebal sejak pagi.
Mario Dominggo, warga Wodamude, mengaku motornya tertutup abu tebal saat ia bangun pagi hari.
“Tadi pas bangun pagi lihat motor sudah dipenuhi abu. Itu cukup tebal, ada juga sedikit pasir,” ujarnya Jumat (17/10/2025).
Letusan kali ini disebut lebih kuat dibanding sebelumnya dan diiringi getaran hingga puluhan kilometer.
“Erupsi dua hari lalu sampai tadi pagi itu hanya dampaknya abu vulkanik, dentumannya tidak terdengar sampai di sini,” ujarnya.
Petugas pos pengamatan gunung, Yosef Suryanto, menyebut erupsi pertama terjadi pada pukul 01.41 Wita.
“Tinggi kolom abu yang teramati mencapai 4.000 meter di atas puncak, sekitar 5.584 meter di atas permukaan laut,” katanya.
Kolom abu tebal tampak menjulang kelabu ke arah barat daya, barat, dan barat laut dengan intensitas tinggi.
Erupsi kedua menyusul pukul 01.46 Wita, mengeluarkan kolom abu 1.500 meter dengan arah semburan serupa.
Kawasan sekitar gunung kini dalam status Level IV atau awas, dengan imbauan waspada bagi warga sekitar.
Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah darurat bila aktivitas vulkanik terus meningkat di kawasan itu.
Fenomena ini menunjukkan potensi aktivitas magma masih tinggi dan bisa terjadi erupsi susulan kapan saja.
Gunung Lewotobi Laki-laki menjadi perhatian nasional karena sebaran abu mencapai ratusan kilometer ke barat.***