JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin (5/1/2026), akan menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta.
Natal Nasional 2025 mengusung tema ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’, dengan rangkaian acara yang dimulai pukul 07.00 WIB, sementara sambutan resmi Presiden dijadwalkan sekitar pukul 19.55 WIB.
Kehadiran Presiden Prabowo pada pukul 18.56 WIB disambut hangat dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan oleh Edo Kondologit, menciptakan momen khidmat di tengah ribuan jemaat yang hadir.
Seperti diketahui, Panitia penyelenggara dipimpin Ketua Umum Maruarar Sirait, yang juga menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di pemerintahan Presiden Prabowo.
Sementara selaku Sekretaris Umum Raymond Simamora dan Bendahara Umum Simon Aloysius Mantiri, yang memastikan kelancaran acara dari persiapan hingga puncak perayaan.
Acara ini juga dihadiri tokoh penting dan perwakilan organisasi Kristen, termasuk Bapak James Riady, Ketua Umum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklyn Manuputty.
Lalu Sekjen Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Adrianus Sunarko, OFM, Ketua Umum PGPI Pdt. Jason Balompapueng, Ketua Umum PGLII Pdt. Tommy O. Lengkong.
Kemudian Ketua Umum Baptis Pdt. Rendy A. Chuang, Ketua Umum GMAHK Pdt. Binsar Sagala, Ketua Umum Bala Keselamatan Kolonel Hosea Makagiantang, dan Ketua Umum Gereja Ortodoks Presbiter Jimmy Yakobus.
Acara Natal ini tak hanya menampilkan pujian rohani, tetapi juga menyajikan keberagaman musik daerah yang membumikan budaya nusantara, dimulai dari lagu Sinanggartulo dari Medan yang dinyanyikan Anggi Simatupang, penyandang disabilitas.
Selanjutnya, lagu Dayak Buah Karuhei dibawakan Natasia, Maumere oleh Juwita Vivera asal Langowan Sulut, Apuse oleh Kaka Yauw dari Papua.
Lagu Poco-poco oleh Yochen Amos, dan Sipatokaan dinyanyikan Lolong Bersaudara dari Sulawesi Tenggara, menambah warna khas lokal pada perayaan.
Kehadiran Presiden Prabowo di Natal Nasional ini sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap keberagaman, toleransi, dan penguatan nilai keluarga dalam masyarakat Indonesia.***