Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jawa Tengah langsung pasang badan menanggapi isu miring yang tengah mengguncang program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN membantah keras tudingan sepihak yang menyebut sekitar 100 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap sebagai proyek “hantu” atau fiktif.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan bahwa ada salah kaprah dalam menilai status progres di lapangan. Menurutnya, informasi yang beredar liar di masyarakat tersebut sama sekali tidak valid.
Alasan Belum Ada Bangunan: Terganjal Aturan Moratorium Pusat
BGN tidak menampik bahwa jika dicek ke lokasi, mayoritas titik tersebut memang belum menunjukkan adanya aktivitas konstruksi fisik. Namun, Reza meminta publik melihat duduk perkara ini secara utuh berdasarkan fase administrasi.
Sebelum portal pendaftaran ditutup, para calon penyelenggara memang sudah mengantongi izin untuk masuk tahap persiapan awal.
Pembangunan fisik dan penambahan unit baru saat ini sengaja dihentikan sementara (moratorium) oleh pimpinan pusat BGN. Langkah ini diambil demi fokus melakukan penataan ulang (refocusing) data penerima manfaat program.
Versi Plt Bupati: Titik Koordinat Malah di Tengah Hutan dan Kuburan
Sebelum BGN mengeluarkan bantahan resmi, isu ini meledak setelah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, membeberkan hasil temuan mengejutkan dari tim investigasi lapangan pada Senin (22/6).
Dari total 300 lebih titik yang didatangkan oleh kepala SPPG bentukan BGN, tim pemkab mendapati sekitar 100 lokasi digitalnya tidak sinkron dengan realita fisik di dunia nyata.
Guna meluruskan benang kusut yang telanjur viral ini, Korwil BGN Jateng kini telah memerintahkan timnya di tingkat kabupaten untuk segera melakukan audiensi dan koordinasi langsung dengan Plt Bupati Cilacap agar program pemenuhan gizi anak bangsa ini tidak tersendat.