JAKARTA – Indonesian Business Council (IBC), organisasi yang menghimpun para CEO dan pemimpin industri di Indonesia, akan menggelar Indonesia Economic Summit (IES) sebagai forum ekonomi internasional guna mendorong pertumbuhan nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi global.
Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/02), menyatakan bahwa IES 2025 dirancang untuk menjadi wadah bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi menghadapi tantangan global, termasuk investasi, manufaktur, energi berkelanjutan, pengembangan talenta, inovasi, dan sektor keuangan.
Forum ini dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Februari di Jakarta, dengan menghadirkan 100 pembicara dari berbagai negara serta dihadiri 1.000 pelaku usaha domestik dan internasional.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia membutuhkan kemitraan yang erat lintas sektor. Keselarasan kebijakan publik, swasta, dan masyarakat menjadi kunci tercapainya pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
CEO IBC, Sofyan Djalil, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2023, IBC telah menjadi platform bagi para pemimpin bisnis untuk berkolaborasi dan meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian nasional.
Ia menambahkan bahwa anggota IBC adalah pemimpin sektor swasta dengan pengalaman luas dalam membangun dan mengembangkan industri di Indonesia.
“Dengan didukung oleh pengalaman para pemimpin sektor swasta, IBC berupaya mendorong terciptanya iklim kebijakan publik yang baik untuk mempermudah aktivitas bisnis dan ekonomi, sehingga memperkuat daya saing dan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi,” kata Sofyan.
Saat ini, IBC berfokus pada penguatan peran sektor swasta dalam mendukung inovasi dan investasi.
Sementara itu, COO IBC, William Sabandar, mengungkapkan bahwa IES 2025 akan membahas berbagai isu strategis, seperti industrialisasi, kebijakan fiskal dan moneter, investasi, ketahanan pangan, transisi energi, diversifikasi perdagangan, serta pengembangan sumber daya manusia.
“IES akan diselenggarakan setiap tahun untuk mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Penyelenggaraan IES yang pertama secara khusus akan memberikan pandangan mendalam mengenai kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia yang baru,” kata William.