JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren penguatan signifikan pada awal pekan ini.
Didorong oleh sentimen positif dari kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, indeks domestik berpeluang menembus level psikologis 7.000 dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi pasar setelah penutupan Kamis lalu mencatat kenaikan nyaris satu persen.
IHSG ditutup menguat 0,96 persen pada perdagangan terakhir sebelum akhir pekan, meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp181 miliar.
Saham-saham besar seperti BBCA, CUAN, ICBP, ANTM, dan ASII menjadi target pelepasan asing. Namun demikian, arah pasar tetap optimistis memasuki semester kedua 2025.
Optimisme pasar bukan tanpa alasan.
“IHSG akan mencoba kembali menembus di atas level 6.900 dan melanjutkan penguatannya.”
“Seiring dengan optimisme kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok serta potensi pemangkasan suku bunga The Fed,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin (30/6/2025).
Momentum Positif dari Wall Street dan Asia
Indeks saham utama Amerika Serikat menguat tajam menyusul kabar keberhasilan AS menjalin kesepakatan dagang baru dengan Tiongkok.
Selain itu, pembekuan negosiasi tarif antara Washington dan Ottawa juga mengurangi ketidakpastian yang sebelumnya membayangi pasar global.
Fanny menambahkan bahwa Pemerintahan Trump tampaknya akan terus memperluas perjanjian perdagangan dengan sejumlah mitra ekonomi utama.
“Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan, Trump juga tengah menargetkan kesepakatan dengan 10 mitra dagang besar lainnya dalam waktu dekat,” jelasnya.
Sementara itu, bursa saham Asia turut menikmati sentimen positif.
Pada pukul 12.00 WIB hari ini, indeks Nikkei 225 melonjak 1,37 persen, Shanghai Composite naik 0,20 persen, dan indeks Korea Selatan menguat 0,87 persen.
Meskipun demikian, indeks Hang Seng dan indeks Taiwan masih terkoreksi masing-masing 0,42 persen dan 0,62 persen.
Kinerja IHSG Terkini dan Level Kritis
Mengacu data sesi pertama hari ini dari Bloomberg, IHSG berada di posisi 6.910,47 atau naik 13,07 poin (0,19 persen).
Level ini semakin mendekatkan indeks ke resistansi terkuat di rentang 6.930–7.000.
Menurut Fanny, area support IHSG diproyeksi berada di level 6.830 hingga 6.870.
Jika tidak ada tekanan besar dari global, potensi breakout ke atas level 7.000 sangat terbuka.
Di tengah kekhawatiran defisit anggaran Amerika Serikat dan harga minyak dunia yang masih tinggi, investor tetap melakukan aksi beli selektif, memperlihatkan keyakinan bahwa sentimen dagang akan menjadi penopang pasar dalam jangka pendek.***