Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjadi salah satu dari tujuh penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Sejak kabar hilangnya pesawat tersebut diterima, suasana duka mulai terasa di kediaman Deden Maulana. Sejumlah anggota keluarga, kerabat, hingga rekan kerja dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berdatangan untuk memberikan doa serta dukungan moril kepada keluarga.
Dukungan juga datang dari jajaran pimpinan KKP. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut menyampaikan perhatian dan dukungan kepada keluarga korban, serta memantau langsung proses pencarian yang masih berlangsung.
Deden Maulana dikenal sebagai pegawai berdedikasi tinggi. Ia telah mengabdi di KKP selama kurang lebih 20 tahun dengan pangkat Penata Tingkat I dan menjabat sebagai pengelola Barang Milik Negara. Rekan-rekannya mengenal Deden sebagai sosok yang penuh semangat, antusias, ramah, serta mudah bergaul.
“Beliau orangnya baik, semangat kerjanya tinggi, dan selalu memberi energi positif ke lingkungan kerja,” ujar salah satu rekan Deden.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian terkait keberadaan Deden. Rencananya, istri dan anak Deden akan diberangkatkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, dengan dukungan penuh dari KKP, guna memantau langsung proses pencarian dan evakuasi korban.
Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah mempersiapkan prosedur post mortem dan identifikasi medis. Proses tersebut akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, apakah dilakukan oleh tim medis yang mendatangi keluarga atau melalui rujukan ke rumah sakit yang ditetapkan.
Di tengah penantian, kenangan tentang Deden Maulana terus mengalir dari keluarga dan tetangga. Ayah Deden, Mukhsin, dengan suara bergetar mengenang kebiasaan sang anak sebelum bepergian.
“Biasanya kalau dia mau berangkat dinas itu suka bilang, minta dia doain. Yang kemarin tau-tau kabarnya udah pergi,” ucapnya lirih.
Deden Maulana meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Hingga kini, keluarga masih berharap dan menunggu kabar terbaik dari proses pencarian yang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
