JAKARTA – Militer Israel pada Senin (20/4/2026) mengonfirmasi keaslian foto yang memperlihatkan seorang tentaranya memukul kepala patung Yesus Kristus dengan palu godam di desa Kristen Debl, Lebanon selatan.
Juru Bicara Internasional Angkatan Darat Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, awalnya menyebut pihaknya masih memeriksa keandalan foto tersebut. Namun, setelah pemeriksaan awal, militer menyatakan, “Telah dipastikan bahwa foto tersebut menggambarkan seorang tentara Israel yang beroperasi di Lebanon selatan. Tentara Israel memandang insiden ini dengan sangat serius dan menekankan bahwa perilaku tentara tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya,” dikutip Türkiyetoday, Selasa (21/4/2026).
Militer menambahkan bahwa insiden itu sedang diselidiki oleh Komando Utara dan tindakan disiplin akan diambil sesuai hasil temuan. Mereka juga berjanji membantu masyarakat mengembalikan patung ke tempat semula serta menegaskan tidak berniat merusak simbol keagamaan.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar menyebut peristiwa itu “serius dan memalukan” serta meminta maaf kepada umat Kristen di seluruh dunia. “Israel adalah negara yang menghormati berbagai agama dan simbol-simbol sucinya serta menjunjung tinggi toleransi dan rasa hormat antaragama. Kami meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka,” ujarnya.
Insiden terjadi di tengah operasi militer Israel di sekitar 55 kota dan desa di Lebanon selatan. Menurut data resmi, sejak 2 Maret serangan Israel telah menewaskan 2.294 orang, melukai 7.544 orang, dan membuat lebih dari satu juta warga mengungsi.