IRAK – Laporan terbaru dari The Wall Street Journal mengungkap dugaan keberadaan pangkalan militer rahasia Israel di gurun Irak yang digunakan untuk mendukung operasi perang melawan Iran. Fasilitas tersebut disebut dibangun menjelang pecahnya konflik dan beroperasi dengan sepengetahuan Amerika Serikat.
Pengungkapan itu mengingatkan pada pernyataan mantan Kepala Angkatan Udara Israel, Tomer Bar, dalam surat kepada pasukannya pada 4 Maret lalu. Dalam surat tersebut, Bar menyebut pasukan khusus Angkatan Udara Israel sedang menjalankan “misi luar biasa yang dapat membangkitkan imajinasi.”
Pada hari yang sama, edisi Arab surat kabar The Independent melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di wilayah gurun Najaf-Karbala, Irak barat daya. Seorang anggota parlemen Irak mengklaim adanya pendaratan cepat pasukan yang diduga militer AS dengan perlindungan udara.
Laporan itu menyebut empat hingga tujuh helikopter masuk dari arah Suriah. Ketika pasukan Irak mencoba menyelidiki lokasi tersebut, mereka disebut mendapat serangan udara.
Menurut laporan WSJ, pangkalan rahasia Israel itu nyaris terbongkar pada awal Maret setelah seorang penggembala lokal melihat aktivitas tak biasa, termasuk lalu lalang helikopter. Pasukan Irak yang dikirim ke lokasi dilaporkan dipukul mundur oleh serangan udara Israel yang menewaskan seorang tentara Irak.
Kantor berita AFP kemudian melaporkan bahwa pasukan tersebut mendirikan fasilitas di sebuah landasan pacu peninggalan era Saddam Hussein yang sudah lama tidak digunakan.
Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan tidak ada pasukan yang tersisa di lokasi setelah operasi selesai. Namun, ia menyebut operasi Israel dilakukan dalam koordinasi dengan AS. Sumber lain juga mengungkap adanya indikasi tim Israel bergerak di bawah perlindungan Amerika, termasuk keberadaan helikopter Chinook milik AS di area tersebut.
Peralatan seperti radar dan perangkat militer lainnya disebut ditinggalkan di lokasi. Kawasan itu dipilih karena tersembunyi di lembah sehingga dinilai aman dari potensi serangan Iran.
Sejumlah akun intelijen sumber terbuka juga mengunggah citra satelit yang diklaim menunjukkan keberadaan landasan pacu sementara di Irak. Salah satu akun menyebut landasan sepanjang sekitar 1,6 kilometer itu dibangun di dasar danau kering sekitar 180 kilometer barat daya Najaf dan Karbala. Namun, hujan lebat disebut kemungkinan telah merusak fasilitas tersebut.
WSJ melaporkan pangkalan itu digunakan untuk mendukung operasi udara Israel terhadap Iran, termasuk menempatkan tim penyelamat cepat untuk mengevakuasi pilot yang jatuh di wilayah musuh. Basis itu juga disebut menampung pasukan operasi khusus Angkatan Udara Israel untuk misi komando rahasia.
Dalam salah satu insiden, sebuah jet tempur F-15 milik AS dilaporkan ditembak jatuh di dekat Isfahan. Israel disebut menawarkan bantuan penyelamatan, tetapi pasukan Amerika akhirnya mengevakuasi pilotnya sendiri. Meski begitu, Israel dilaporkan tetap memberikan dukungan serangan udara guna mengamankan operasi penyelamatan tersebut.
Sementara itu, saluran televisi Al Hadath mengutip sumber keamanan yang menyatakan adanya aktivitas militer tak dikenal di Irak barat selama perang melawan Iran. AS disebut sempat meminta Irak tidak mendekati wilayah tersebut dengan alasan keamanan.
Namun, sumber keamanan Irak yang diwawancarai Al Jazeera mengatakan tidak ada bukti kuat keberadaan pasukan Israel di Irak barat selama perang berlangsung. Mereka menilai pasukan yang terlihat kemungkinan besar merupakan militer AS.
Meski demikian, aparat Irak dilaporkan menemukan alat pengacau sinyal dan sistem peringatan di kawasan Wadi Shanan, Irak barat, meskipun tidak ada pasukan militer yang tersisa di lokasi saat pemeriksaan dilakukan.