JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan sejumlah pembenahan sarana dan prasarana Commuter Line Jabodetabek untuk meningkatkan daya angkut penumpang.
Langkah tersebut dilakukan seiring tingginya penggunaan KRL yang rata-rata mencapai 1,1 juta penumpang per hari.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan jumlah pengguna KRL Jabodetabek pada periode puncak dapat mencapai 1,3 juta orang per hari.
KAI kemudian menyiapkan pengembangan jaringan dan kapasitas layanan menuju target 2 juta penumpang setiap hari.
“Pada saat ini, itu rata-rata 1,1 juta penumpang per harinya termasuk dengan weekend, dengan puncak penumpang itu 1,3 juta penumpang per hari.”
“Nah, dengan demikian kita siapkan prasarana yang ada di Jabodetabek KRL ini itu menuju ke 2 juta penumpang per harinya,” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Green Line Dipersiapkan Pakai SF12
Salah satu pembenahan dilakukan pada lintas Rangkasbitung atau Green Line. KAI menambah lima gardu traksi dan meningkatkan kapasitas sembilan gardu lainnya sepanjang 2026.
Peningkatan kelistrikan tersebut ditargetkan membuat seluruh perjalanan di Green Line dapat menggunakan rangkaian dengan formasi 12 kereta atau SF12 pada semester I 2027.
Saat ini, lintas tersebut masih mengoperasikan rangkaian dengan formasi SF8 dan SF10.
Setelah seluruh rangkaian dapat menggunakan SF12, KAI memperkirakan kapasitas angkut pada lintas tersebut meningkat sekitar 50 persen dibanding kondisi saat ini.
Selain kelistrikan, sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung juga akan ditingkatkan. Headway atau jarak waktu antar-KRL yang saat ini sekitar 10-15 menit ditargetkan menjadi 4-5 menit.
Perjalanan Bogor Bakal Direkayasa
Pembenahan juga menyasar Bogor Line. KAI menyiapkan rekayasa perjalanan dengan mengakhiri layanan Nambo Line di Stasiun Citayam.
Kebijakan tersebut ditargetkan membuka tambahan 22 slot perjalanan menuju Bogor. Dengan penambahan perjalanan itu, kapasitas angkut Bogor Line diproyeksikan meningkat lebih dari 30 persen.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mengoptimalkan kapasitas lintas yang sudah beroperasi tanpa hanya bergantung pada penambahan rangkaian.
Jalur KRL Diperpanjang ke Cikampek dan Lido
KAI juga berencana memperluas jaringan elektrifikasi KRL Jabodetabek. Pada Bekasi Line, elektrifikasi yang saat ini berakhir di Cikarang akan diperpanjang hingga Cikampek.
Perpanjangan jalur tersebut mencapai sekitar 42 kilometer. Sementara di sisi selatan, elektrifikasi Bogor Line direncanakan diteruskan dari Bogor menuju Cigombong dan kawasan Lido.
Bobby menyebut kedua proyek perpanjangan elektrifikasi tersebut ditargetkan selesai pada 2028.
Penumpang KRL Terus Bertambah
Kebutuhan peningkatan kapasitas tidak terlepas dari pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek.
KAI sebelumnya memproyeksikan volume penumpang KRL secara keseluruhan meningkat dari sekitar 339 juta penumpang pada 2025 menjadi 437 juta pada 2030.
Dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 4 persen per tahun, KAI memperkirakan layanan KRL dapat melayani sekitar 2 juta penumpang per hari pada 2030.
Pada Januari-Juli 2026 saja, jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek mencapai 210.468.029 orang, naik 6,39 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Peningkatan kapasitas kemudian dilakukan secara bertahap melalui penguatan kelistrikan, persinyalan, rekayasa perjalanan, hingga perluasan elektrifikasi.
KAI menargetkan berbagai pembenahan tersebut mampu meningkatkan daya tampung KRL Jabodetabek mengikuti pertumbuhan mobilitas masyarakat.***