Bergerak cepat usai menerbitkan telegram mutasi masif, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) bagi jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri serta sejumlah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung secara tertutup di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan, tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mulai pukul 19.00 WIB.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisno Andiko, mengonfirmasi jalannya agenda krusial tersebut di lokasi acara.
“Malam ini, sekira pukul 19.00 WIB, Bapak Kapolri memimpin langsung pelantikan dan sertijab beberapa pejabat utama Mabes Polri serta sejumlah Kapolda,” ujar Trunoyudo kepada awak media.
Detail Pelantikan: 25 Posisi Sertijab dan 2 Pengukuhan Jabatan Baru
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan Perwira Tinggi (Pati) yang akan dilantik telah merapat ke Rupatama sejak pukul 18.00 WIB dengan didampingi para pendamping Bhayangkara.
Tampak hadir di antaranya Irwasum Polri Komjen Pol Asep Edi Suheri, Wairwasum Polri Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, hingga Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Suhendri.
Trunoyudo merincikan bahwa dari total perwira yang dipanggil, sebanyak 25 posisi menjalani serah terima jabatan organik, sementara dua jabatan di antaranya merupakan agenda pelantikan langsung oleh Kapolri.
“Ada 25 posisi yang melakoni serah terima jabatan, sedangkan dua posisi lainnya dilakukan pelantikan langsung oleh Pak Kapolri, yaitu untuk jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) serta Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Korspripim),” jelasnya.
Akselerasi Dinamika Organisasi Menjawab Ekspektasi Publik
Pelantikan kilat ini merupakan eksekusi langsung atas Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang merotasi 88 jajaran perwira tinggi dan menengah.
Pihak Mabes Polri menegaskan bahwa pergerakan cepat ini dilakukan demi menjaga kesinambungan kepemimpinan serta merespons dinamika pelayanan publik secara optimal.
“Kegiatan ini adalah hal rutin dalam roda organisasi. Bapak Kapolri menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat. Akselerasi penyesuaian struktur ini dipacu agar dinamika kerja kepolisian makin cepat bergerak sesuai ekspektasi masyarakat,” tegas Trunoyudo.