Kabar duka menyelimuti garasi Aprilia. Pembalap andalan mereka, Marco Bezzecchi, dipastikan menyudahi pekan balapnya lebih awal dan absen dari sisa rangkaian MotoGP Jerman 2026. Keputusan pahit ini diambil menyusul kecelakaan hebat (highside) yang dialaminya pada sesi kualifikasi di Sirkuit Sachsenring.
Petaka terjadi pada menit-menit awal sesi Q2. Bagian belakang motor Aprilia tunggangan Bezzecchi sempat kehilangan daya cengkeram saat melintasi Tikungan 7. Ketika ban belakangnya kembali mendapatkan traksi secara mendadak, motor langsung melontarkan Bezzecchi melewati setang hingga tubuhnya terhempas dan berguling keras di atas area gravel.
Meskipun mantan pimpinan klasemen ini sempat bangkit dan berjalan sendiri meninggalkan lokasi, ia terlihat terus memegangi lengan kirinya dengan raut wajah kesakitan setibanya di paddock. Ambulans pun langsung melarikannya ke pusat medis sirkuit untuk pemeriksaan darurat. Hasil rontgen menunjukkan adanya cedera serius yang membutuhkan tindakan medis lanjutan.
“Menyusul kecelakaan tersebut, Marco Bezzecchi langsung dibawa ke pusat medis sirkuit di bawah pengawasan Direktur Medis MotoGP, Dr. Angel Charte. Pemeriksaan sinar-X menunjukkan adanya fraktur (patah tulang) total dan bergeser pada tulang selangka (klavikula) kirinya,” demikian pernyataan resmi dari Aprilia.
Cedera tersebut memaksa Bezzecchi untuk naik meja operasi demi pemulihan yang optimal. Operasi dijadwalkan akan ditangani langsung oleh spesialis ternama, Dr. Giuseppe Porcellini, di Italia. “Marco Berencana kembali ke Italia secepat mungkin. Kami akan terus memperbarui perkembangannya,” tambah pihak tim.
Dari Sempurna Menjadi Mimpi Buruk
Absennya Bezzecchi di Sachsenring mengonfirmasi bahwa musim kompetisinya yang sempat berjalan indah kini berubah menjadi mimpi buruk yang beruntun. Sedianya, ia akan memulai balapan dari posisi kedelapan, tepat di depan rekan setimnya, Jorge Martin.
Ini merupakan kecelakaan besar kedua bagi Bezzecchi dalam dua seri berturut-turut, setelah sebelumnya ia juga terjatuh dengan kecepatan tinggi pada GP Belanda di Assen. Akibat keputusan mundur dari GP Jerman ini, rekornya kian memburuk dengan catatan empat kali gagal meraih poin secara berturut-turut di balapan utama hari Minggu.
Kecelakaan di Belanda pekan lalu telah merenggut posisi puncak klasemen darinya, membuat dirinya tertinggal tujuh poin di belakang Jorge Martin. Meskipun Martin sendiri diprediksi kesulitan bertarung memperebutkan kemenangan di Sachsenring pekan ini, absennya Bezzecchi menjadi celah besar bagi pembalap lain seperti Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez untuk menggeser posisinya di papan klasemen.
Roda nasib berputar begitu cepat bagi Bezzecchi musim ini. Awalnya, ia tampil sangat dominan dengan menyapu bersih kemenangan di tiga seri pembuka, dan menggenapinya lewat kemenangan keempat di seri kandangnya, GP Italia.
Namun setelah itu, rentetan nasib sial seolah tidak mau lepas. Ia sempat terlibat tabrakan beruntun di Tikungan 1 yang dipicu oleh Martin di GP Hongaria, terjatuh saat Sprint Race di Brno hingga berujung sanksi larangan balap di balapan utama akibat bersitegang dengan marshal, dan terakhir gagal finis di Belanda.
Kini, Bezzecchi berkejaran dengan waktu. Ia memiliki jeda waktu tiga minggu untuk menjalani operasi dan memulihkan kondisi fisiknya sebelum putaran MotoGP berikutnya bergulir di GP Inggris pada awal Agustus mendatang.