JAKARTA – Di tengah bulan Ramadan yang penuh berkah, sahur bukan sekadar rutinitas makan pada waktu dini hari, melainkan amalan sunah yang sarat akan hikmah.
Rasulullah SAW secara tegas menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma. Dari sisi agama, sahur menghadirkan keberkahan spiritual. Dari sisi medis, sahur menjadi kunci menjaga stamina dan kesehatan selama menjalankan puasa.
Keutamaan Sahur dalam Islam: Sunah yang Penuh Berkah
Rasulullah SAW menegaskan pentingnya sahur dalam sejumlah hadis sahih. Salah satu yang paling masyhur adalah:
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik RA)
Hadis ini menegaskan bahwa sahur bukan sekadar mengisi perut, melainkan sarana meraih keberkahan dari Allah SWT. Keberkahan tersebut mencakup pahala ibadah, kekuatan fisik untuk berpuasa, serta nilai ketaatan karena mengikuti sunnah Nabi.
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur.”
(HR. Ahmad)
Rasulullah SAW juga menganjurkan sahur meskipun dalam jumlah minimal. Bahkan seteguk air pun sudah bernilai sunah. Selain itu, sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab, sebagaimana sabda Nabi:
“Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.”
(HR. Muslim)
Keutamaan lainnya adalah waktu sahur bertepatan dengan sepertiga malam terakhir—waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mengakhirkan sahur mendekati waktu imsak sebagai bentuk mengikuti teladan beliau.
Manfaat Sahur dari Perspektif Medis: Menjaga Energi dan Kesehatan
Secara ilmiah, sahur berperan penting dalam mempersiapkan tubuh menghadapi puasa selama 12–16 jam. Berbagai sumber medis menyebutkan beberapa manfaat utama sahur, antara lain:
- Memberikan Cadangan Energi dan Mencegah Lemas
Sahur menyediakan glukosa dan nutrisi yang diserap secara bertahap sehingga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini membantu mencegah hipoglikemia yang dapat menyebabkan pusing, lemas, dan menurunnya konsentrasi. - Mencegah Dehidrasi
Asupan cairan yang cukup saat sahur membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan lebih lama, terutama saat berpuasa di cuaca panas. - Menjaga Metabolisme dan Kesehatan Jantung
Konsumsi makanan seimbang—karbohidrat kompleks, protein, dan serat—membantu menjaga metabolisme tetap stabil serta menurunkan risiko gangguan metabolik. - Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Energi yang stabil membantu menjaga performa kerja dan kemampuan belajar selama berpuasa. - Mendukung Proses Perbaikan Sel
Pola puasa yang disertai asupan sahur yang tepat dapat mendukung proses regenerasi sel dan menjaga keseimbangan hormon tubuh.
Para ahli gizi menyarankan menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau oat), protein (telur, tahu, tempe), serat (sayur dan buah), serta asupan air yang cukup agar manfaatnya optimal.
Dengan melaksanakan sahur sesuai sunnah, umat Islam tidak hanya meraih pahala dan keberkahan spiritual, tetapi juga menjaga kesehatan fisik secara ilmiah. Karena itu, jangan lewatkan sahur—di dalamnya terdapat keberkahan dan manfaat nyata bagi tubuh.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Semoga lancar dan penuh berkah.