JAKARTA β Penampilan gemilang kiper timnas Cape Verde, Vozinha, pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 menyisakan kisah haru. Meski sukses menjaga gawang tetap bersih saat menghadapi Spanyol di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juni 2026, sang ibu gagal hadir karena terkendala visa masuk ke Amerika Serikat.
Kiper berusia 40 tahun itu mencatat tujuh penyelamatan krusial yang memastikan hasil imbang bagi timnya. Namun, usai laga, ia mengungkapkan kerisauan lantaran ibunya belum bisa menyaksikan langsung perjuangannya.
Harapan baru muncul setelah Pemimpin Fraksi Demokrat DPR AS, Hakeem Jeffries, menyatakan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, untuk membantu proses pengurusan visa. βSaya meminta Departemen Luar Negeri melakukan segala upaya agar ibu Vozinha bisa menghadiri pertandingan Cape Verde berikutnya,β kata Jeffries dikutip ESPN, Kamis (18/6/2026).
Menurut Jeffries, seluruh biaya perjalanan telah dibebaskan dan pengaturan sedang dilakukan agar sang ibu dapat hadir saat Cape Verde menghadapi Uruguay di Miami pada Minggu.
Persoalan visa ini menjadi sorotan karena warga Cape Verde sebelumnya dikenakan jaminan visa hingga USD 15.000 (sekitar Rp267 juta) oleh pemerintah AS, kebijakan yang diterapkan era Presiden Donald Trump. Meski aturan itu sudah dilonggarkan untuk peserta Piala Dunia, banyak keluarga pemain tetap kesulitan mengurus dokumen perjalanan.
Departemen Luar Negeri AS menyebut belum menemukan catatan pengajuan visa atas nama ibu Vozinha. Sumber yang mengetahui proses tersebut mengungkapkan kendala utama adalah paspor sang ibu yang sudah tidak berlaku. Saat ini, proses penerbitan dokumen perjalanan baru tengah diselesaikan.