Kabar mengejutkan datang dari panggung Liga Pro Arab Saudi. Klub raksasa Al Nassr dilaporkan tengah dihantam krisis keuangan serius yang mulai mengganggu stabilitas operasional mereka. Tidak hanya terpaksa mengerem aktivitas di bursa transfer, klub yang diperkuat banyak bintang Eropa ini bahkan mulai mencicil pembayaran gaji para pemainnya.
Informasi sensitif ini pertama kali diembuskan oleh media terkemuka Arab Saudi, Arriyadiyah. Berdasarkan laporan dari sumber internal, kas klub yang menipis kini berdampak langsung pada hak bulanan skuad utama.
“Krisis ini telah meluas ke sektor pembayaran hak pemain. Sejumlah pilar di tim utama terpaksa menerima gaji bulan Juni mereka secara bertahap (dicicil). Saat ini manajemen masih berpacu dengan waktu untuk melunasi sisa pembayaran dalam beberapa hari ke depan,” tulis laporan Arriyadiyah.
Meski demikian, media lokal belum merinci secara spesifik apakah megabintang seperti Cristiano Ronaldo, Sadio Mane, hingga rekrutan anyar Joao Felix ikut terdampak oleh kebijakan potong/cicil gaji ini. Namun, fenomena krisis yang menimpa klub milik dana investasi publik Saudi ini jelas memicu kekhawatiran besar di kalangan pencinta sepak bola.
Aktivitas Transfer Lumpuh Total
Dampak instan dari seretnya likuiditas ini langsung memukul rencana strategis klub menjelang musim baru. Al Nassr dipastikan gagal bergerak lincah di pasar transfer untuk berburu gelandang asing baru.
Padahal, sektor lini tengah menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi setelah pihak klub resmi mengumumkan akhir kerja sama dengan jenderal lapangan tengah mereka, Marcelo Brozovic. Kepergian pemain asal Kroasia tersebut meninggalkan lubang besar di lini vital Al Nassr.
Hingga saat ini, manajemen dilaporkan sama sekali belum membuka negosiasi resmi dengan satu pun kandidat pengganti. Mereka memilih pasif dan menunggu hingga kondisi neraca keuangan klub kembali sehat.
Ujian Berat Menanti Ange Postecoglou
Situasi pelik ini tentu menjadi rapor merah sekaligus sambutan yang kurang hangat bagi manajer anyar mereka, Ange Postecoglou. Pelatih berpengalaman asal Australia tersebut dituntut untuk langsung tancap gas di tengah keterbatasan fasilitas skuad.
Musim ini, Postecoglou dibebani target tinggi untuk membawa Al Nassr bersaing memperebutkan gelar juara di empat kompetisi bergengsi sekaligus, yaitu Liga Pro Arab Saudi, Piala Raja (King’s Cup), Piala Super Saudi dan Liga Champions Asia (ACL).
Dengan kondisi internal yang sedang goyah karena urusan finansial, menarik untuk melihat bagaimana sang taktik mengelola ruang ganti yang dihuni para pemain berlabel bintang dunia tersebut.