Sesi balapan F1 Grand Prix Belgia 2026 menyisakan perdebatan sengit di paddock. Hukuman penalti 5 detik yang dijatuhkan kepada Lewis Hamilton akibat senggolan dengan George Russell di lap pertama dinilai banyak pihak terlalu kejam dan kontradiktif dengan pandangan para pelaku balap itu sendiri.
Insiden ini terjadi di tikungan Les Combes (Tikungan 5 & 6) Sirkuit Spa-Francorchamps, sebuah area legendaris yang memang terkenal sebagai magnet drama lap pertama.
Kronologi Kejadian: Hilang Grip di Udara Kotor
Melalui rekaman on-board, terlihat jelas bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan balap biasa (racing incident).
Hamilton berhasil memanfaatkan momentum di Kemmel Straight untuk mengambil jalur dalam menuju Les Combes. Saat mengerem, mobil Ferrari Hamilton terjebak dalam pusaran udara kotor (dirty air) di belakang Red Bull milik Max Verstappen.
Akibatnya, Hamilton mengalami gejala understeer (kehilangan daya cengkeram roda depan). Meskipun sempat melakukan koreksi setir untuk menghindari Russell yang mencoba menyalip dari sisi luar, ban kiri depan Hamilton tetap menyenggol bagian belakang mobil Mercedes mantan rekan setimnya itu hingga Russell berputar dan kandas di jebakan kerikil (gravel).
Keanehan Vonis Steward: Akui Tak Sengaja, Tapi Tetap Hukum
Anehnya, panel steward—yang akhir pekan ini menyertakan mantan pembalap F1 Pedro Lamy—justru mengeluarkan rilis vonis yang dinilai membingungkan publik. Dalam rilisnya, steward menulis satu paragraf penuh yang sebenarnya membela Hamilton:
“Steward menyadari adanya beberapa faktor yang meringankan. Mobil 44 (Hamilton) menyadari keberadaan Mobil 63 (Russell), mencoba memberikan ruang balap yang layak, dan melakukan upaya tulus untuk menghindari kontak. Tabrakan terjadi akibat hilangnya grip roda depan, bukan karena manuver agresif atau disengaja.”
Meskipun mengakui Hamilton sudah melakukan segalanya untuk menghindari tabrakan dan situasi lap pertama memang minim grip, mereka tetap menjatuhkan sanksi dengan alasan Hamilton gagal menjaga jarak aman.
Banyak analis menilai Hamilton tidak dihukum karena tindakannya, melainkan karena konsekuensi dari insiden tersebut yang menyebabkan Russell gagal finis (DNF).
Russell Justru Membela: “Lewis Tidak Ceroboh”
Keputusan steward ini semakin terasa janggal jika mendengar kesaksian langsung dari sang korban, George Russell. Alih-alih menyalahkan Hamilton, pembalap Mercedes itu justru sepakat dengan Bos Mercedes Toto Wolff dan komentator kawakan Martin Brundle bahwa insiden itu murni dinamika balap biasa.
“Saya dan Lewis, sejujurnya, menurut saya itu adalah racing incident,” tegas Russell. “Dia tidak melakukannya dengan sengaja. Dia memang lebih bersalah daripada saya, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang ceroboh. Saya justru lebih marah karena performa mobil saya drop sejak Tikungan 1 sehingga terjebak di posisi rentan itu.”
Keanehan ini diperparah oleh inkonsistensi steward. Tujuh lap kemudian, Charles Leclerc terlibat senggolan yang hampir mirip dengan Oscar Piastri di tikungan yang sama, namun pembalap Ferrari itu lolos dari hukuman tanpa investigasi lanjutan.
Akibat penalti 5 detik tersebut, Hamilton akhirnya harus puas finis di posisi keempat. Situasi diperparah oleh kepanikan di pit stop saat kru Ferrari harus buru-buru mengkalkulasi penalti, yang menyebabkan penyetelan sayap depan Hamilton menjadi tidak sempurna untuk paruh akhir balapan.
Andai steward mau mendengarkan kesaksian kedua pembalap terlebih dahulu sebelum menjatuhkan vonis instan, Hamilton diyakini bisa melenggang bebas tanpa penalti dan ikut merayakan podium di Spa bersama rekan setimnya.