Ajang balap drag race yang digelar di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara (Sulut), berujung tragedi berdarah pada Minggu (9/8/2026) sore. Sebuah mobil Honda Jazz yang dikemudikan oleh pebalap Tian Ngantung hilang kendali dan menyambar kerumunan penonton di area pengereman.
Hingga Senin (10/8/2026) siang, tercatat delapan orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka akibat insiden maut tersebut.
Kronologi Kejadian: Hilang Kendali di Zona Pengereman
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WITA pada ajang balap yang diikuti oleh 590 starter sepeda motor dan 337 starter mobil. Tian Ngantung, pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe yang turun di kelas Free For All (FFA), melaju normal sepanjang lintasan tanpa menunjukkan kendala teknis saat mendekati garis finish.
Namun, petaka terjadi usai mobil melewati garis akhir dan memasuki zona pengereman sepanjang 100 meter. Honda Jazz tersebut mendadak melenceng keluar jalur lintasan dan menghantam keras kerumunan warga yang menyaksikan balapan di sisi arena.
Insiden tragis di lokasi yang berjarak 184 kilometer dari Kota Manado ini langsung memaksa pihak penyelenggara menghentikan seluruh rangkaian perlombaan.
Panitia Siap Bertanggung Jawab, Polisi Sita Barang Bukti
Ketua Panitia Drag Race Kotamobagu, Lucky Sugeha, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas musibah ini.
“Saya sudah berada di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab penuh atas para korban yang masih dalam perawatan medis dan memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung,” ujar Lucky, Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, petugas kepolisian langsung bergerak mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat serta menyita unit mobil Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe ke Mapolres Kota Kotamobagu guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolda Sulut Turun Tangan Usut Tuntas
Menanggapi besarnya jumlah korban jiwa, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia memastikan pihak kepolisian akan mengusut tuntas penyebab pasti kecelakaan serta mengevaluasi legalitas dan standar keamanan penyelenggaraan acara.
“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Sudah delapan orang dilaporkan meninggal dunia. Kepolisian sedang melakukan penyelidikan menyeluruh, bukan hanya untuk mencari pihak yang bertanggung jawab, tetapi juga menguji seluruh aspek hukum dan keselamatan kegiatan ini,” tegas Irjen Pol Roycke.
Data Korban Tragedi Drag Race Kotamobagu
Korban Meninggal Dunia (8 Orang):
-
Januni Pusung (P, 35 thn) – Desa Bilalang Baru, Bolmong
-
Harianti Mokoginta (P) – Bilalang 3, Bolmong
-
Lisma Mokoginta (P, 38 thn) – Bilalang III, Bolmong
-
Ali Ponamon (L, 65 thn) – Desa Pontodon, Kotamobagu
-
Bio Mokoagow (P, 74 thn) – Bilalang 3, Bolmong
-
Nilawati Mokodongan (P) – Pontodon Induk, Kotamobagu
-
Rugaina Manangin (P) – Bilalang, Bolmong
-
Ali Jojang (L) – Bilalang 4, Bolmong
Korban Luka-Luka (9 Orang):
-
Dirawat di RS Monompia (Bolmong): Hadi Toisi, Murdani Pobela, Muxin Dondo, Arhan Mokoginta, Rapiska Mokodongan, Enjelia Lito, dan Prasetio Mokodongan.
-
Dirawat di RS Pobundayan (Kotamobagu): Rina Longkun.


