JAKARTA – Semen Padang FC kembali mencuri perhatian publik sepak bola nasional setelah resmi menghadirkan Guillermo Fernandez Hierro.
Sang pemain adalah mantan penyerang klub papan atas Liga Spanyol, Athletic Bilbao, sebagai amunisi anyar untuk menghadapi lanjutan putaran kedua BRI Super League musim 2025–2026.
Kehadiran pemain asal Spanyol tersebut menandai langkah strategis Kabau Sirah dalam memperkuat sektor lini depan sekaligus merespons kondisi tim yang masih tertekan di papan bawah klasemen.
“Guillermo Fernandez Hierro sudah di Padang dan segera berlatih bersama rekan-rekannya,” kata Komisaris Semen Padang FC Braditi Moulevey di Kota Padang, Minggu.
Braditi menegaskan perekrutan eks pemain Athletic Bilbao, CD Leganes, dan Elche itu menjadi bukti keseriusan manajemen untuk membawa Semen Padang FC keluar dari ancaman degradasi BRI Super League.
Manajemen klub, lanjutnya, juga tengah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi agar seluruh pemain asing dapat diturunkan tepat waktu pada putaran kedua kompetisi.
Saat ini, tercatat tiga Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) pemain asing telah rampung dan proses sisanya terus dikebut menjelang laga krusial.
Moulevey berharap seluruh pemain asing sudah bisa dimainkan ketika Semen Padang FC menghadapi Bali United pada Sabtu (24/1), mengingat laga tersebut sangat menentukan posisi Kabau Sirah di klasemen.
“Jadi, saat pertandingan pertama putaran kedua berlangsung, kita berharap sudah bisa menggunakan pemain asing,” katanya.
Semen Padang FC saat ini masih tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 10 poin, sehingga kemenangan atas Bali United dinilai menjadi momentum kebangkitan yang tak boleh terlewatkan.
Guillermo Fernandez Hierro sendiri merupakan pemain kelahiran 23 Mei 1993 dengan tinggi badan 1,81 meter yang memiliki pengalaman bermain di berbagai klub Eropa dan Asia.
Sebelum berlabuh di Ranah Minang, Hierro sempat memperkuat North East United FC, Racing Santander, CD Numancia, serta beberapa klub lainnya.
Terpisah, Direktur Utama Semen Padang FC Hermawan Ardiyanto mengungkapkan bahwa manajemen melakukan perombakan besar dalam komposisi tim menyusul performa negatif di putaran pertama.
“Di putaran kedua ini, sebagian besar pemain adalah pemain baru. Kami melakukan evaluasi total demi perbaikan performa tim,” kata dia.
Langkah evaluasi menyeluruh tersebut diharapkan mampu mengubah wajah permainan Semen Padang FC sekaligus menghidupkan kembali asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.***
