JAKARTA – Kementerian Kesehatan Israel merilis data terbaru yang menyebut sedikitnya 7.142 orang mengalami luka-luka sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026. Namun, data tersebut tidak mencantumkan jumlah korban tewas akibat serangan balasan Iran.
Dalam laporan yang dilansir Anadolu, pada Senin (6/4/2026), otoritas kesehatan Israel menyebut 107 korban luka tercatat dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 114 orang masih dirawat di rumah sakit, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis dan 14 lainnya luka serius.
Institut Studi Keamanan Nasional Israel melaporkan sedikitnya 31 orang tewas sejak perang dimulai. Sementara itu, serangan gabungan AS-Israel ke Iran telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Selain menghadapi Iran, militer Israel juga terlibat pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon sejak awal Maret. Israel melancarkan serangan udara dan operasi darat setelah Hizbullah, yang didukung Iran, menembakkan roket sebagai respons atas kematian Khamenei.
Militer Israel menyebut 11 tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan. Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 1.461 orang tewas dan 4.430 lainnya luka-luka akibat serangan Israel.