JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras tehadap Iran pada Senin (6/4/2026). Ia menyatakan pasukan AS mampu “melumpuhkan” seluruh wilayah Iran hanya dalam satu malam jika tidak tercapai kesepakatan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.
“Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump, dilansir dari Anadolu. Ia menegaskan, pada Selasa pukul 20.00 (Rabu 00.00 waktu setempat), seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan dihancurkan jika tidak ada kesepakatan.
Trump menyebut pihak Iran kini bernegosiasi dengan “itikad baik” dan sejumlah negara turut membantu mengakhiri konflik. Namun, ia juga menyoroti peran NATO yang dinilai tidak mendukung kampanye AS di Selat Hormuz. “NATO adalah kita,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Rusia lebih takut pada AS ketimbang aliansi tersebut.
Dalam konferensi pers, Trump turut memaparkan operasi penyelamatan pilot F-15E yang ditembak jatuh di Iran. Ia menyebut misi tersebut melibatkan 155 pesawat dan ribuan personel, serta menegaskan CIA menjalankan kampanye penyesatan untuk membingungkan pihak Iran.
Sejak 28 Februari, serangan AS dan Israel ke Iran dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk, sekaligus membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.


