JAKARTA – Lebih dari satu juta orang memadati jalan-jalan di sekitar Plaza de Cibeles, Madrid, untuk mengikuti misa terbuka yang dipimpin Paus Leo, Minggu (7/6/2026). Vatikan dan panitia lokal mencatat sekitar 1,2 juta umat hadir, menjadikannya acara terbesar sepanjang kunjungan sepekan Paus ke Spanyol.
Kerumunan melambaikan bendera dan meneriakkan “Hidup Paus!” saat Leo tiba dengan mobil kepausan putih. Kelopak bunga berhamburan menyambut kedatangannya di alun-alun ikonik tersebut.
Dalam khotbahnya, Paus Leo mengajak umat Katolik menghayati iman dengan membantu sesama. Ia menegaskan bahwa Tuhan “mengidentifikasi diri-Nya dengan orang miskin, orang yang tertindas, mereka yang sendirian dan terlantar.”
Sebelumnya, saat menerima kunci kota dari wali kota Madrid, Leo menulis pesan agar ibu kota Spanyol tetap menjadi kota ramah dan inklusif, dengan kehidupan sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan sejati.
Kunjungan Paus dimulai Sabtu dengan pertemuan bersama migran dan tunawisma, serta aksi damai bersama 600.000 anak muda. Agenda kunjungan 6–12 Juni juga mencakup Barcelona dan Kepulauan Canary, di mana ia akan bertemu dengan para migran dari Afrika Barat.
Leo menekankan bahwa kunjungan ini, yang merupakan perjalanan pertamanya ke negara Uni Eropa di luar Italia, diharapkan menjadi teladan penghormatan terhadap “setiap manusia” dan menyerukan agar para pemimpin berhenti memecah belah masyarakat.
Andrea Margarita, migran asal Peru berusia 72 tahun, mengaku terharu. “Saya senang dia mendoakan kami para migran dan keselamatan kami,” ujarnya dari kursi roda di tengah kerumunan, dilansir The Guardian.
Usai misa, Paus dijadwalkan bertemu dengan sesama anggota ordo Agustinian, sebelum menghadiri pertemuan dengan tokoh hiburan, olahraga, dan budaya di sebuah konser di pusat kota Madrid.