JAKARTA – Liverpool memastikan Florian Wirtz tidak akan dijual pada bursa transfer musim panas 2026 meski muncul ketertarikan dari Chelsea yang akan dilatih Xabi Alonso.
Keputusan ini muncul setelah manajemen The Reds menilai performa Wirtz di akhir musim menunjukkan perkembangan signifikan yang layak dipertahankan.
Wirtz sendiri didatangkan dari Bayer Leverkusen pada musim panas 2025 dengan nilai transfer mencapai £116 juta atau sekitar Rp2,4 triliun, menjadikannya salah satu pembelian termahal klub.
Awalnya, gelandang serang asal Jerman itu sempat kesulitan beradaptasi dengan skema permainan pelatih Arne Slot hingga mendapat sorotan tajam dari publik.
Namun, seiring berjalannya musim, pemain berusia 23 tahun tersebut mulai menunjukkan kualitasnya dengan mencatatkan tujuh gol dan 10 assist dari total 49 penampilan di semua kompetisi musim 2025/2026.
Spekulasi transfer mencuat setelah Xabi Alonso, yang sukses menangani Wirtz di Leverkusen, dikabarkan ingin memboyong sang pemain ke Chelsea mulai musim depan.
Meski begitu, sumber internal Liverpool menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk melepas Wirtz dalam waktu dekat.
“Liverpool tidak akan melepas Florian Wirtz, mereka bekerja keras untuk mendapatkannya dan performa akhirnya musim ini menjadi sinyal positif,” ujar jurnalis transfer Graeme Bailey dilansir TEAMtalk, Sabtu (30/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa proses adaptasi Wirtz memang tidak mudah karena banyaknya pemain baru dalam skuad Liverpool musim ini.
“Bahkan jika Bayern Munchen atau Xabi Alonso di Chelsea mencoba mendekatinya, Liverpool tidak akan melepasnya,” tegas Bailey.
Pernyataan tersebut sekaligus menutup spekulasi dengan kalimat kuat: “Wirtz akan tetap di Liverpool.”
Di sisi lain, legenda Liverpool Emile Heskey turut memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan Wirtz sebagai playmaker masa depan klub.
Heskey menilai Wirtz memiliki potensi besar untuk menjadi kreator utama bahkan berpeluang mencetak rekor assist dalam satu musim.
“Itulah alasan Liverpool mengeluarkan uang besar untuknya, dan saya yakin dia akan berkembang,” kata Heskey.
Ia juga membandingkan gaya bermain Wirtz dengan Philippe Coutinho yang dikenal piawai mencari ruang dan menciptakan peluang.
Meski demikian, Heskey menilai Wirtz masih perlu meningkatkan intensitas dan chemistry dengan rekan setim agar mampu tampil lebih dominan.
“Dia sering berada di posisi yang tepat, tapi butuh peningkatan dalam energi dan pemahaman permainan bersama tim,” tambahnya.
Liverpool kini berharap musim depan menjadi momentum bagi Wirtz untuk benar-benar menunjukkan kelasnya di Premier League.***