JAKARTA – Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi mengumumkan tema nasional Hari Pahlawan 2025, yakni “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”.
Hal ini menjadi panggilan moral bagi seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani semangat juang para pahlawan dan meneruskannya dalam karya nyata di era modern.
Tema tersebut tercantum dalam Surat Kemensos Nomor S-816/MS/PB.06.00/10/2025 tertanggal 31 Oktober 2025, dan menjadi dasar peringatan Hari Pahlawan ke-80 yang jatuh pada 10 November 2025.
Melalui tema itu, Kemensos mengajak masyarakat untuk menyalakan kembali semangat perjuangan, menghidupkan nilai keteladanan, serta memperkuat tekad melanjutkan cita-cita para pahlawan yang berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan bangsa.
Dalam pedoman resminya, Kemensos menegaskan bahwa semangat yang diusung dalam tema tahun ini menggambarkan keberanian generasi penerus dalam menapaki masa depan dengan optimisme dan nasionalisme tinggi.
Logo Hari Pahlawan 2025 turut memperkuat pesan tersebut, menampilkan siluet manusia yang melangkah di depan bendera Merah Putih sebagai simbol tekad yang tak pernah padam, keberanian tanpa batas, dan ketulusan hati yang tulus membela bangsa.
Warna merah dan biru pada logo itu dimaknai sebagai lambang keberanian dan optimisme untuk menatap Indonesia Emas, mencerminkan semangat anak bangsa yang terus melangkah maju meneladani perjuangan pahlawan terdahulu.
Peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun ini akan diisi dengan serangkaian kegiatan nasional, di antaranya Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada 10 November pukul 08.00 WIB.
Lalu Upacara Tabur Bunga di Laut Teluk Jakarta, serta Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara.
Selain kegiatan utama, Kemensos juga menggerakkan kegiatan pendukung seperti dialog kepahlawanan, pameran arsip perjuangan, wisata sejarah, dan lomba edukatif untuk menumbuhkan jiwa patriotisme generasi muda di seluruh daerah.
Pemerintah daerah diimbau menggelar upacara bendera serentak pada pukul 08.00 waktu setempat, disertai hening cipta selama 60 detik pada pukul 08.15, serta pengibaran bendera Merah Putih satu tiang penuh di setiap wilayah Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam amanat resminya menegaskan bahwa perjuangan hari ini tak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan melalui pengabdian, ilmu pengetahuan, dan kerja keras demi kemajuan bangsa.
Ia menekankan, “Semangat yang diusung tetap sama, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan menjaga persatuan bangsa.”
Nilai-nilai keikhlasan, keberanian, dan visi jauh ke depan yang diwariskan para pahlawan harus menjadi pedoman bagi generasi muda untuk membangun negeri di masa kini.
Kemensos juga mengingatkan kembali makna historis tanggal 10 November, yang ditetapkan untuk mengenang Pertempuran Surabaya tahun 1945 — momen heroik yang menjadi simbol keberanian rakyat mempertahankan kemerdekaan meski harus mengorbankan jiwa raga.
Hari Pahlawan, menurut Kemensos, bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk meneguhkan semangat perjuangan, memperkuat persatuan, dan membangun Indonesia yang berdaulat, adil, serta makmur sesuai cita-cita para pendiri bangsa.
Tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” menjadi refleksi bahwa perjuangan belum berakhir — ia terus hidup di setiap tindakan, karya, dan dedikasi anak bangsa bagi tanah air.***