JAKARTA – Manchester United mendapat kabar buruk dalam perburuan Lewis Hall setelah kontrak baru sang bek Newcastle United dipastikan tidak memuat klausul pelepasan.
Hall sebelumnya menjadi prioritas utama Manchester United untuk memperkuat posisi bek kiri pada bursa transfer musim panas 2026.
Namun, Newcastle langsung menutup peluang transfer setelah menyatakan tidak berniat melepas pemain berusia 22 tahun itu pada musim 2026/2027.
Keputusan tersebut membuat Manchester United sempat mengalihkan rencana dengan membidik Hall kembali pada bursa transfer musim panas 2027.
United berharap situasi kontrak Hall dapat membuka jalan untuk mendatangkannya ke Old Trafford pada musim berikutnya.
Newcastle ternyata bergerak lebih cepat dengan memperpanjang kontrak pemain internasional Inggris tersebut hingga 2031.
Kesepakatan baru itu sekaligus memperpanjang masa kerja Hall selama dua tahun dari kontrak sebelumnya yang berlaku hingga 2029.
Laporan terbaru seperti dikutip TEAMTalk, Jumat (11/9/2026) menyebut kontrak anyar Hall tidak memiliki klausul pelepasan yang dapat digunakan Manchester United untuk membeli sang pemain secara otomatis.
Kabar tersebut disampaikan jurnalis sepak bola Craig Hope yang mengungkap detail penting dari kesepakatan Hall bersama Newcastle.
Sebelumnya muncul laporan bahwa Manchester United mungkin harus membayar lebih dari £75 juta atau sekitar Rp1,78 triliun untuk mendapatkan Hall.
Namun, tanpa klausul pelepasan, Manchester United tidak memiliki angka tetap yang dapat langsung diaktifkan untuk memaksa transfer tersebut.
Artinya, Newcastle memiliki kendali penuh dalam menentukan apakah Hall akan dijual dan berapa nilai yang harus dibayarkan klub peminat.
Kesepakatan kontrak baru Hall dicapai setelah Newcastle mempercepat negosiasi dengan sang pemain dan perwakilannya dalam beberapa hari terakhir.
Selain mendapatkan perpanjangan masa kerja, Hall juga akan memperoleh peningkatan gaji yang membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran tinggi di Newcastle.
Dokumen kontrak tersebut kini masih menjalani pemeriksaan hukum sebelum diumumkan secara resmi oleh Newcastle United.
Pelatih baru Newcastle, Matthias Jaissle, disebut mempunyai peran penting dalam meyakinkan Hall untuk tetap bertahan di St James’ Park.
Jaissle menjadikan Hall sebagai bagian penting dari proyek Newcastle sehingga sang pemain akhirnya memilih melanjutkan karier bersama The Magpies.
Bagi Manchester United, perkembangan tersebut menjadi pukulan besar karena Hall sebelumnya diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang di sektor bek kiri.
Kegagalan mendapatkan Hall juga kembali memunculkan kritik terhadap kebijakan transfer Manchester United pada musim panas 2026.
Salah satu akun pendukung United, UtdXclusive, bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai “bencana lain dari INEOS.”
Pernyataan itu muncul setelah United dinilai gagal menyelesaikan sejumlah kebutuhan utama dalam skuad sebelum bursa transfer ditutup.
Selain posisi bek kiri, Manchester United juga mendapat sorotan karena tidak berhasil mendatangkan sejumlah gelandang yang sebelumnya masuk radar klub.
Situasi lini depan juga menjadi perhatian setelah Joshua Zirkzee tetap bertahan dan United tidak mendatangkan penyerang tengah baru sebagai alternatif.
Kini Manchester United harus mencari pilihan lain jika tetap ingin memperkuat sektor bek kiri pada bursa transfer mendatang.
Bek Bournemouth, Adrien Truffert, disebut kembali masuk dalam daftar pemain yang dipertimbangkan Manchester United untuk posisi tersebut.
Nama Truffert sebenarnya sudah masuk radar United sejak beberapa bulan lalu sebagai salah satu kandidat pengganti jangka panjang di sisi kiri pertahanan.
Selain Truffert, United juga dikaitkan dengan Alejandro Balde dari Barcelona dan Joaquin Seys yang memperkuat Club Brugge.
Bek RB Leipzig, David Raum, serta Jorge Salinas dari Racing Santander juga disebut berada dalam daftar alternatif Manchester United.
United bahkan telah melakukan pemantauan terhadap Seys melalui agenda scouting untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam mengenai kemampuan pemain tersebut.
Sementara itu, Newcastle kini berada dalam posisi lebih kuat untuk mempertahankan Hall karena tidak adanya klausul pelepasan dalam kontrak barunya.
Dengan kontrak hingga 2031, Newcastle tidak perlu menerima tawaran tertentu apabila Manchester United kembali mengajukan proposal transfer pada musim panas mendatang.
Situasi tersebut membuat saga Hall kemungkinan masih akan berlanjut, tetapi Manchester United kini harus menyiapkan strategi dan dana jauh lebih besar.***