JAKARTA – Jorge Martín menandai kebangkitannya bersama Aprilia dengan performa impresif pada MotoGP Hungaria, Minggu (24/8/2025). Start dari posisi ke-16, pembalap asal Spanyol itu melesat ke posisi keempat, mencatat hasil terbaiknya musim ini dan hanya terpaut tiga detik dari podium yang diraih rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
“Saya sempat ragu apakah saya bisa kembali kompetitif saat cedera,” akunya usai balapan.
Martín kembali ke lintasan di Brno sebelum jeda musim panas, dan sejak itu menunjukkan progres signifikan. Di Hungaria, ia tampil tanpa ekspektasi, fokus pada proses adaptasi dan pengembangan motor.
“Hungaria adalah balapan untuk terus belajar, saya pergi tanpa ekspektasi, untuk memberikan yang terbaik, tanpa memikirkan hasil,” ujarnya. “Saya lebih mengenal motornya, saya merasa lebih nyaman dan saya bisa berkendara dengan gaya saya sendiri.”
Perubahan besar pada bagian belakang motor pada hari Minggu membuatnya lebih nyaman dalam bermanuver dan mengendalikan motor.
“Saya bisa berbelok lebih baik, menghentikan motor, dan memiliki cengkeraman yang lebih baik,” jelasnya, dilansir dari Motorsport. “Masih banyak hal yang harus diubah sebelum saya bisa mencapai kondisi seratus persen dengan motor ini.”
Salah satu momen kunci terjadi lima lap menjelang finis, saat Martín menyalip Franco Morbidelli untuk mengamankan posisi keempat.
“Saya sangat kompetitif, bahkan di bagian akhir balapan saya menutup jarak dengan Marco (Bezzecchi)… Saya sedikit kepanasan, tetapi saya segera mencoba untuk tenang dan tidak melakukan lebih dari yang harus saya lakukan.”
Meledak pada Lap Pertama
Balaton Park dikenal sulit untuk menyalip, namun Martín membuktikan sebaliknya. Ia naik 12 posisi, sembilan di antaranya terjadi hanya dalam satu lap.
“Saya mampu menyalip tujuh pembalap dalam satu lap,” serunya.
“Di tikungan pertama saya bisa menyalip dua atau tiga, di tikungan ketiga saya melibas pembalap lain… di tikungan kelima belas saya menyalip pembalap lain.”
Ia mengidentifikasi titik-titik krusial untuk menyalip dan memanfaatkan slipstream secara maksimal.
“Itu adalah balapan di mana saya belajar banyak… Balapan yang akan membuat saya lebih kuat di masa depan.”
Adaptasi dan Evolusi
Martín menyoroti fluiditas sebagai elemen penting dalam gaya balapnya, meski masih menghadapi tantangan dalam pengereman dan perangkat ketinggian.
“Alirannya hampir total… Saya masih kesulitan dengan perangkat ketinggian, sulit menemukan tombol di setang dan sulit mendapatkan akselerasi maksimum.”
Meski belum menetapkan target podium, ia fokus pada progres dan fondasi jangka panjang bersama Aprilia.
“Saya tidak tahu, saya tidak ingin menentukan tanggal… Saya ingin Aprilia berkembang, karena yang lebih penting dari tahun ini adalah tahun depan.”
Tangis Usai Balapan
Martín mengakui sempat mengalami krisis emosional sejak bergabung dengan Aprilia, bahkan mempertimbangkan pensiun. Namun momen di Hungaria menjadi titik balik.
“Ketika saya sampai di kotak, saya menangis, dengan pacar saya, menangis… Tapi sekarang, saya sudah sehat dan lebih percaya diri daripada sebelum cedera.”
Meski sempat merasa kurang bugar di sesi kualifikasi, kondisi fisiknya membaik saat balapan.
“Hari Minggu lebih baik, jauh lebih baik… Akhir pekan ini adalah ujian yang bagus… tapi saya tidak mengalami masalah apa pun.”
