JAKARTA – Kegagalan Denver Nuggets di putaran pertama playoff Wilayah Barat NBA 2026 memicu tanda tanya besar terkait masa depan Nikola Jokic sebagai wajah utama tim.
Pemain asal Serbia itu secara terbuka mengkritik performa timnya setelah disingkirkan Minnesota Timberwolves yang justru tampil dengan kondisi tidak ideal akibat cedera pemain.
Dalam pernyataannya, Jokic bahkan menyebut bahwa dalam budaya basket Eropa, hasil buruk seperti ini bisa berujung pada pemecatan seluruh tim, sebuah sindiran keras terhadap performa Nuggets.
Situasi semakin kompleks karena peraih MVP berkali-kali ini, kini memasuki tahun terakhir kontraknya bersama Denver, yang membuat masa depannya semakin menjadi bahan spekulasi di bursa transfer NBA.
Mengutip laporan Newsweek, Selasa, manajemen Nuggets sejatinya lebih berpeluang melepas pemain lain seperti Jamal Murray, namun skenario berubah drastis jika Jokic menolak memperpanjang kontrak musim panas ini.
Jika kondisi tersebut terjadi, Denver kemungkinan besar akan mempertimbangkan opsi trade demi mendapatkan nilai maksimal sebelum Jokic berstatus free agent pada 2027.
Sejumlah tim besar mulai dikaitkan sebagai destinasi potensial bagi sang MVP, dengan berbagai skenario yang bisa mengguncang peta kekuatan NBA musim depan.
Los Angeles Lakers muncul sebagai kandidat paling mencolok, terutama jika mereka membuka ruang besar di salary cap dan mencoba membangun duet super antara Jokic dan Luka Doncic.
Namun rivalitas panjang antara Nuggets dan Lakers bisa menjadi penghalang utama dalam negosiasi transfer yang sensitif tersebut.
Cleveland Cavaliers juga masuk radar sebagai tim dengan fondasi kuat yang bisa menawarkan stabilitas sekaligus lingkungan minim tekanan media, sesuatu yang dinilai cocok dengan karakter Jokic.
Jika Cavaliers gagal melangkah jauh di playoff, mereka berpotensi melakukan langkah agresif termasuk mencoba mendatangkan Jokic untuk dipasangkan dengan Donovan Mitchell.
Sementara itu, Miami Heat kembali muncul sebagai tim yang haus superstar setelah bertahun-tahun mencari figur elite sejak era LeBron James berakhir.
Dengan aset yang cukup dan ambisi besar, Heat berpeluang menjadi pesaing serius dalam perburuan Jokic jika Nuggets membuka opsi transfer.
Situasi ini menjadikan offseason NBA 2026 sebagai salah satu periode paling krusial, di mana keputusan Jokic bisa mengubah arah kompetisi secara drastis.***