JAKARTA – Tottenham Hotspur memasuki musim 2026/27 dengan tekanan besar setelah dua musim beruntun mereka finis di papan bawah Premier League.
Spurs bahkan baru memastikan keselamatan dari ancaman degradasi pada pekan terakhir musim 2025/26 melalui kemenangan atas Everton.
Roberto De Zerbi kini mendapat kesempatan menjalani musim penuh pertamanya untuk membangun Tottenham sesuai filosofi permainannya.
Perubahan besar juga terlihat dari aktivitas transfer Spurs yang mendatangkan Andy Robertson, Marcos Senesi, Jan Paul van Hecke, Martin Dubravka, Mateus Fernandes, dan Sandro Tonali.
Dua gelandang anyar tersebut disebut bernilai sekitar £185 juta atau sekitar Rp4,45 triliun (kurs sekitar Rp24.038 per pound).
Mengutip laporan Hotspur HQ, Rabu (12/8/2026), besarnya investasi membuat persaingan internal Tottenham diprediksi semakin ketat menjelang pertandingan pembuka Premier League pada 22 Agustus.
1. Destiny Udogie vs Djed Spence
Posisi bek kiri menjadi salah satu area yang menarik karena Udogie masih menjadi pemain penting dalam rencana De Zerbi ketika berada dalam kondisi terbaik.
Bek asal Italia itu menawarkan kemampuan membawa bola dan progresi serangan yang sesuai dengan karakter permainan De Zerbi.
Masalahnya, kebugaran Udogie menjadi perhatian setelah periode panjang yang terganggu cedera dan performanya sempat menurun menjelang akhir musim lalu.
Spence kemudian muncul sebagai alternatif yang tidak bisa diremehkan setelah tampil impresif bersama Inggris di Piala Dunia.
Jika Udogie kembali mengalami masalah kebugaran atau kehilangan konsistensi, Spence berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak di sisi kiri.
Kondisi tersebut membuat posisi bek kiri tidak sepenuhnya menjadi milik Udogie meski De Zerbi diketahui sangat menyukai karakter permainannya.
2. Micky van de Ven vs Jan Paul van Hecke vs Marcos Senesi
Lini tengah pertahanan Tottenham juga menghadirkan persaingan menarik setelah kedatangan Van Hecke dan Senesi.
Van Hecke memiliki hubungan kerja yang kuat dengan De Zerbi karena pernah menjadi bagian penting dari skuad Brighton di bawah sang pelatih.
Van de Ven juga semakin mendapat kepercayaan De Zerbi dan menjadi salah satu bek yang diproyeksikan sebagai fondasi pertahanan Spurs.
Namun, Senesi datang dengan modal performa impresif setelah menjalani musim 2025/26 yang sangat solid bersama Bournemouth.
Premier League menilai Senesi cocok dengan gaya De Zerbi karena nyaman menguasai bola dan memiliki kemampuan distribusi yang kuat dari lini belakang.
Tottenham sebelumnya kebobolan 122 gol dalam dua musim liga terakhir sehingga perbaikan pertahanan menjadi salah satu prioritas utama proyek De Zerbi.
Karena itu, tidak ada jaminan status pemain utama hanya berdasarkan reputasi atau harga transfer.
De Zerbi berpotensi memilih bek yang paling konsisten dalam latihan dan pertandingan ketika musim berjalan.
3. Dominic Solanke vs Richarlison
Persaingan di posisi penyerang tengah berpotensi menjadi salah satu keputusan paling sulit bagi De Zerbi.
Solanke tetap memiliki tempat penting dalam rencana Tottenham meski performanya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak bergabung dengan klub London tersebut.
Di sisi lain, Richarlison memiliki keunggulan berupa pengalaman serta kontribusi gol yang membuatnya tetap relevan dalam persaingan.
Situasi semakin menarik karena Tottenham masih membutuhkan penyerang nomor sembilan dengan level lebih tinggi untuk memperkuat lini depan.
Kehadiran striker baru nantinya juga dapat mengubah posisi Solanke maupun Richarlison dalam hierarki penyerang Spurs.
Untuk saat ini, keduanya memiliki kesempatan menunjukkan bahwa mereka layak menjadi pilihan utama De Zerbi.
Persaingan Bisa Menentukan Arah Tottenham
De Zerbi tidak hanya membangun Tottenham melalui transfer pemain, tetapi juga berusaha mengembalikan mentalitas dan identitas tim setelah dua musim yang mengecewakan.
Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa kualitas pemain saja tidak cukup tanpa semangat, karakter, dan kekompakan dalam menjalankan proyek baru Spurs.
Dengan komposisi skuad yang semakin dalam, persaingan posisi justru dapat menjadi kekuatan Tottenham sepanjang musim.
Udogie, Spence, Van de Ven, Van Hecke, Senesi, Solanke, dan Richarlison kini memiliki tantangan yang sama untuk meyakinkan De Zerbi.
Keputusan sang pelatih terhadap tiga sektor tersebut bisa menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah Tottenham mampu meninggalkan periode sulit dan kembali bersaing di papan atas.***


