JAKARTA – Marc Cucurella akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2026.
Bek kiri asal Spanyol itu menilai kesempatan memperkuat Real Madrid terlalu besar untuk dilewatkan, terlebih klub tersebut memiliki sejarah panjang dan reputasi sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa.
Kepindahan Cucurella menjadi salah satu transfer penting Real Madrid setelah klub ibu kota Spanyol itu mencapai kesepakatan dengan Chelsea.
Real Madrid mengamankan Cucurella dengan nilai paket transfer sekitar €60 juta atau setara Rp1,23 triliun, termasuk bonus yang bergantung pada pencapaian tertentu.
Dalam laporan lain, nilai tersebut disebut terdiri atas biaya awal €55 juta atau sekitar Rp1,13 triliun dan tambahan €5 juta atau sekitar Rp102 miliar dalam bentuk bonus.
Cucurella sendiri menandatangani kontrak berdurasi enam tahun yang membuatnya terikat bersama Real Madrid hingga 30 Juni 2032.
Cucurella Tak Sanggup Menolak Real Madrid
Cucurella mengaku kesempatan tersebut langsung menarik perhatiannya karena Real Madrid merupakan klub yang sejak kecil selalu ia kenal sebagai raksasa sepak bola.
“Ini sebuah kehormatan, tidak banyak orang yang bisa mengatakan pernah mengenakan jersey ini,” ujar Cucurella dalam pernyataannya kepada media klub seperti dilansir Sport Illustrated, Rabu.
Ia kemudian menerjemahkan kebanggaan tersebut dengan menyebut Real Madrid sebagai klub dengan sejarah luar biasa dan salah satu simbol terbesar sepak bola Eropa.
“Sejak kecil saya bermain sepak bola, lalu mendapat kesempatan bermain untuk klub seperti ini, sangat sulit untuk menolaknya, ketika kesempatan itu datang saya tidak ragu sedetik pun,” katanya.
Keputusan tersebut menjadi semakin emosional karena Cucurella tumbuh melalui akademi Barcelona sebelum akhirnya kembali ke Spanyol dengan membela rival terbesar klub tersebut.
Sebelum Real Madrid bergerak, Cucurella memang sempat dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Barcelona setelah menjalani periode penting bersama Chelsea.
Namun, pendekatan Real Madrid mengubah arah masa depannya dan membuat pemain berusia 27 tahun itu memilih Santiago Bernabéu.
Mengapa Real Madrid Membayar Mahal?
Keputusan Madrid merekrut Cucurella tidak terlepas dari persoalan di sektor bek kiri yang membutuhkan tambahan pengalaman dan konsistensi.
Ketika transfer berlangsung, Real Madrid sebenarnya sudah memiliki beberapa pemain yang dapat menempati posisi tersebut, termasuk Álvaro Carreras, Ferland Mendy dan Fran García.
Carreras sebelumnya tampil impresif bersama Benfica sebelum kesulitan mempertahankan performa tersebut setelah pindah ke Madrid.
Situasi semakin rumit setelah Mendy mengalami cedera lutut serius yang membuatnya harus menepi dan menimbulkan ketidakpastian mengenai waktu kepulangannya.
Kondisi tersebut membuat Real Madrid membutuhkan bek kiri berpengalaman yang mampu langsung memberikan kontribusi dalam sistem permainan José Mourinho.
Cucurella akhirnya menjadi pilihan utama Mourinho dan proses transfer pun berjalan cepat hingga kedua klub mencapai kesepakatan.
Kedatangan Cucurella kemudian diikuti perubahan komposisi skuad Madrid di posisi bek kiri, termasuk kepergian Fran García dari klub.
Dari Keraguan di Chelsea hingga Jadi Andalan
Perjalanan Cucurella bersama Chelsea tidak selalu berjalan mulus sejak didatangkan dari Brighton pada 2022.
Ia sempat menerima kritik keras karena performanya dianggap belum sebanding dengan ekspektasi besar setelah kepindahannya ke Stamford Bridge.
Namun, pemain asal Spanyol itu perlahan membalikkan keadaan melalui penampilan konsisten dalam beberapa musim terakhir.
Cucurella berkembang menjadi pemain penting Chelsea karena mampu membantu tim dalam fase menyerang sekaligus memberikan energi ketika bertahan.
Performa tersebut semakin menguatkan reputasinya sebagai bek kiri modern yang dapat menjalankan berbagai tuntutan taktik.
Pengalaman bersama Chelsea juga membuatnya semakin matang menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi di level klub dan internasional.
Performa di Piala Dunia Jadi Modal Besar
Cucurella datang ke Madrid dengan modal tambahan setelah memainkan peran penting dalam perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.
Spanyol akhirnya menjadi juara dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu.
Prestasi tersebut semakin memperkuat alasan Madrid memilih Cucurella sebagai bagian dari proyek baru Mourinho.
Bek kiri tersebut juga disebut tampil dalam seluruh pertandingan Spanyol selama turnamen dan memberikan tiga assist dalam perjalanan menuju gelar.
Keberhasilannya beradaptasi dengan sistem berbeda menjadi bukti bahwa Cucurella memiliki fleksibilitas taktik yang dibutuhkan Real Madrid.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa performa bersama Spanyol dan Chelsea dapat diteruskan di Bernabéu.
Tantangan Baru Bersama Mourinho
Cucurella menyadari bahwa mengenakan seragam Real Madrid membawa tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan klub sebelumnya.
“Sebagai penonton, saya melihat malam-malam magis, comeback di Bernabéu dan semua gelar Liga Champions yang mereka menangkan,” ujar Cucurella.
“Kesempatan mengalaminya secara langsung dan menjadi bagian dari semua itu merupakan tanggung jawab besar, tetapi juga tantangan yang sangat indah dan penting,” lanjutnya.
Real Madrid kini berharap Cucurella mampu memberikan keseimbangan baru di sisi kiri sekaligus membantu Mourinho membangun kembali tim setelah dua musim tanpa trofi.
Dengan kontrak hingga 2032, Cucurella memiliki waktu panjang untuk mengubah statusnya dari rekrutan mahal menjadi bagian penting sejarah baru Real Madrid.***


