Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk bersikap lebih proaktif dan segera merumuskan langkah taktis guna mengantisipasi dampak fenomena cuaca El Nino 2026. Berdasarkan rujukan data resmi BMKG, fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung pada bulan Juli, Agustus, September, hingga Oktober 2026.
Menyikapi potensi ancaman tersebut, Kementerian Dalam Negeri bersama BNPB dan kementerian terkait telah memetakan wilayah rawan kemarau ekstrem, mulai dari Bali, NTB, NTT, Pulau Jawa (khususnya wilayah pesisir), Sumatra bagian selatan, hingga Papua bagian selatan. Mendagri menegaskan pentingnya rapat internal di tingkat Pemda guna mempercepat solusi penanganan krisis air, pengamanan sektor pertanian lewat irigasi dan pompanisasi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta kesiapan operasi modifikasi cuaca.
Bagaimana kesiapan daerah Anda dalam menghadapi potensi dampak kemarau ekstrem El Nino tahun ini? Tulis di kolom komentar!
Editor & Uploader: BS