Pembatalan mendadak seri balapan utama MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pembalap. Bintang Ducati Lenovo Team, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, mengungkapkan bahwa para pembalap sama sekali tidak dimintai pendapat atau diajak berdiskusi oleh pihak Race Direction sebelum keputusan pembatalan diambil.
Biasanya, dalam situasi cuaca ekstrem atau trek yang tidak kondusif, pendapat para pembalap menjadi pertimbangan utama. Namun, karena pembatalan kali ini murni disebabkan oleh jarak pandang (visibility) yang menghalangi penerbangan helikopter medis, keputusan sepenuhnya berada di tangan penyelenggara.
Bagnaia: “Kami Pernah Balapan di Kondisi yang Lebih Buruk”
Bagnaia menegaskan bahwa meski keputusan tersebut mengecewakan, seluruh pembalap wajib menghormati standar keselamatan yang ditetapkan Race Direction. Kendati demikian, juara dunia asal Italia itu sejatinya sangat siap untuk turun mengaspal.
“Tidak, kami tidak diajak berdiskusi,” ungkap Bagnaia kepada TNT Sports saat ditanya mengenai keterlibatan pembalap dalam pengambilan keputusan.
“Namun dalam situasi seperti ini, kami harus menghormati keputusan manajemen. Saya pribadi sangat ingin balapan. Kondisinya memang agak rumit dan sangat dingin, tapi saya pikir kami pernah bertanding di kondisi yang jauh lebih buruk dari ini,” tegas Bagnaia.
Bagnaia juga meratapi perpisahan emosional dengan Phillip Island yang harus berakhir anti-klimaks di dalam garage, mengingat lokasi balapan GP Australia akan berpindah ke sirkuit jalan raya Adelaide mulai musim depan.
“Sangat disayangkan Minggu ini berakhir di dalam garasi, terlebih ini panggung terakhir kita di sirkuit seperti ini. Saya hanya berharap di masa depan kita bisa kembali ke sini, karena seperti yang kita lihat, balapan di sirkuit ini selalu menyajikan duel yang luar biasa,” tambahnya.
Senna Agius: Salam Perpisahan Pahit untuk Fans Australia
Kekecewaan serupa dilontarkan oleh pembalap tuan rumah di kelas Moto2, Senna Agius. Pembalap muda lokal tersebut mengaku hancur hatinya karena ribuan penggemar yang memadati sirkuit gagal menyaksikan aksi balap kelas utama maupun Moto2.
“Saya sangat terpukul (devastated). Lihat ribuan penggemar yang hadir di sini, mereka ingin melihat balapan motor hari ini. Moto2 dibatalkan beberapa jam lalu, dan MotoGP pun sangat menyedihkan karena batal digelar,” tutur Agius.
Agius menilai bahwa kondisi permukaan aspal sirkuit sebenarnya masih dalam batas aman dan bisa dilalui kendaraan tanpa adanya genangan air (standing water) yang membahayakan.
“Ini situasi yang sulit. Saya paham keselamatan adalah prioritas utama dan ada gambaran besar yang dipertimbangkan. Namun ini sangat disayangkan bagi para penggemar dan olahraga ini. Balapan terakhir di Phillip Island tidak mendapatkan raungan mesin (roar) yang layak sebagai salam perpisahan,” pungkasnya.